Nasional

Premium Batal Naik

JAKARTA (HK) - Pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Kenaikan harga akan dibahas ulang menunggu kesiapan PT Pertamina. "Sesuai arahan Bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 WIB hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasus Jonan di Bali, Rabu (10/10).  

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Erani Yustika, mengatakan keputusan pembatalan kenaikan harga premium diambil Jokowi dengan mempertimbangkan aspirasi publik. "Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik," katanya melalui pesan singkat.

Erani menuturkan, Jokowi mempertimbangkan tiga hal dalam menentukan kebijakan terkait harga BBM. Salah satunya, Jokowi meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca minyak dan gas secara keseluruhan.

Selain itu, Kementerian Keuangan diminta menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan. Harapannya, tiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal. Faktor ketiga yang dipertimbangkan Jokowi adalah memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. "Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan menaikkan sejumlah harga bahan bakar minyak per Selasa (10/10). Kenaikan ini dilakukan karena terus meningkatnya harga minyak mentah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan di Bali bahwa harga BBM jenis Premium naik dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 7.000 untuk wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali). Untuk wilayah di luar Jamali, Premium dijual seharga Rp 6.900.

"Pemerintah mempertimbangkan sesuai arahan Presiden (Joko Widodo) bahwa Premium, Premium saja ya, mulai hari ini jam 18.00 WIB disesuaikan harganya," kata Jonan di Nusa Dua, Bali, pada Rabu (10/10).

Jonan mengatakan, penyesuaian ini akan berlaku pada 2.500 SPBU Pertamina yang menjual Premium di seluruh Indonesia. Jonan meyakini, kenaikan harga Premium tidak akan berdampak pada harga bahan pokok. Hal ini lantaran BBM tersebut jenis biodiesel subsidi atau biosolar.

Ada Masalah Ekonomi

Rencana kenaikan BBM mendapat reaksi dari oposisi. Juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, mengatakan adanya rencana kenaikan harga BBM menandakan terjadi masalah ekonomi. Menurutnya, kenaikan harga saat ini sudah dirasakan masyarakat.

"Jadi ini mungkin kita merasakan semua, ya. Artinya berbagai problem yang kita hadapi sekarang, seperti kenaikan dolar, lalu juga Premium dan sebagainya itu, memberikan pesan bahwa kita memiliki masalah ekonomi saat ini," kata Gamal di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Gamal enggan berkomentar soal ditundanya kenaikan harga BBM Premium. Dia hanya berharap kebijakan pemerintah membantu rakyat miskin.

"Ya, kalau kami tidak ingin terlibat dalam konteks bagaimana pemerintah merespons kebijakan itu ya. Jadi yang jelas kami harap kebijakan-kebijakan pemerintah itu bisa membantu masyarakat yang kondisinya miskin, masyarakat yang betul-betul mengalami permasalahan ekonomi," kata Gamal.

"Jadi betul-betul kebijakan apa pun yang diambil itu harus berpihak kepada masyarakat yang 25,95 juta yang mereka tak mampu, lalu masyarakat yang memang mereka sekarang dalam kemiskinan atau masyarakat yang hampir miskin," imbuhnya.

Dalam konteks perbaikan ekonomi dan kestabilan harga ini, Gamal yakin capres-cawapres nomor urut 02 bisa menanganinya.

"Kami optimistis bahwa dalam konteks itu kita melihat dalam konteks pemilihan pemimpin, ya kita melihat kita hadapi sekarang dan masalah yang akan kita hadapi di hari-hari ke depan sehingga sosok pemimpin yang kompatibel dengan permasalahan yang kita hadapi itu yang kita yakin bisa menjadi solusi buat kita ke depan," jelasnya.

Sejak 17 Juli lalu, harga Pertamax di Jakarta Rp 9.500 per liter. Mulai hari ini, harga Pertamax menjadi Rp 10.400 atau naik Rp 900 per liter.

Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD 80 per barel. (dtc/tmp/rol)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar