Tanjung Pinang

Polres Tanjungpinang Tangkap Pelangsir Solar

TANJUNGPINANG (HK) - Jajaran Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap dugaan penimbunan dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar. Tiga unit mobil yakni Isuzu Panther warna hijau BP 1502 BA,  Feroza warna biru BP 1708 TP dan Vitara warna hitam BP 1406 TB berhasil diamankan, Rabu (10/10). Polisi juga menangkap tiga supir mobil tersebut dan mengamankanAZ salah seorang petugas di SPBU Batu 10.'

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K, MH mengatakan, pengungkapan dugaan kasus penyalahgunaan BBM subsidi ini berawal dari laporan masyarakat. Belakangan masyarakat resah oleh kelangkaan BBM Subsidi yang terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang.

“Ada 3 unit kendaraan roda empat yang sudah dimodifikasi untuk membawa solar beserta supir dan seorang petugas di SPBU tersebut diamankan untuk dimintai keterangan,” ucap Ucok sapaan akrab Kapolres ini. Disampaikan, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kendaraan tersebut kedapatan mengangkut BBM jenis solar. Termasuk, premium subsidi yang sudah dimasukan dalam beberapa jurigen yang ada di dalam mobil mereka.

"Keterangan sementara dari terduga pelaku tersebut ada yang mengaku baru membeli mobil tersebut untuk beroperasi selama selama tiga hari ini. Sementara yang lainnya mengaku sudah menjalankan kegiatan tersebut sejak tahun 2012,” ungkapnya.

Ucok menjelaskan, modus operandinya, pelaku membeli solar bersubsidi ke SPBU dengan mobil yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa mengisi BBM lebih banyak. Selanjutnya, BBM ini dipindahkan ke tempat penyimpanan.

"Kita tidak pernah mentolerir setiap kegiatan ilegal yang ada di daerah ini. Apalagi yang menyangkut untuk kepentingan masyarakat," ujar Kapolres.

Atas perbuatanya, pelaku dapat dikenakan ancaman Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. "Proses penyidikan tidak sampai disini saja. Kita terus melakukan pemantauan di lapangan. Jika kedapatan akan kita tindak tegas sesuai ketentuan dan perundangan berlaku,"ujar Ucok

Lebih lanjut, Ucok juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi. Atas partisipasi aktif tersebut, pihaknya bisa mengungkap kasus ini. Ketua Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Kepulauan Riau, Rizki Firmanda mengapresiasi kinerja Polres Tanjungpinang yang bergerak dengan cepat memberantas praktik ilegal tersebut. Karena BBM merupakan komiditi vital bagi masyarakat.

"Sebagai masyarakat Kepri kita berterima kasih. Semoga penangkapan ini bisa memberi efek jera kepada pihak-pihak yang ingin menangguk keuntungan dari BBM bersubsidi ini," katanya.

Diutarakan, sebagai daerah industri dan perbatasan, praktik pelangsiran BBM bersubsidi sangat rawan terjadi.  Karena terdapat perbedaan harga yang mencolok di SPBU dengan solar industri dan harga internasional. Sebagaimana diberitakan, BBM jenis solar kembali langka sejak beberapa hari belakangan ini di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungpinang.

Hal ini terlihat setelah satu jam stok BBM tersebut masuk sekitar pukul 09.00 WIB-10.00 WIB, langsung habis. Akibatnya, banyak di antara pengendara, terutama supir truk yang merasa kecewa karena tidak dapat melakukan pengisian jenis BBM tersebut pada kendaraannya, Selasa (9/10).

Pantauan dan informasi di lapangan, hampir di semua SPBU di daerah ini mengalami kesulitan pasokan solar. Di SPBU KM 3 Tanjungpinang mau pun di SPBU Batu 10, misalnya, solar selalu habis setelah siangnya

Rasyid, salah seorang warga Kijang mengaku, kelangkaan solar itu awalnya terjadi di wilayah Kabupaten Bintan sekitar satu bulan lalu, sebelum akhirnya merembes ke wilayah Tanjungpinang. Ia menduga, hal ini sebagai dampak adanya aktivitas tambang bauksid di wilayah Bintan.

"Kejadian seperti ini hampir sama sejak beberapa tahun silam saat aktivitas tambang bauksit tengah marak-maraknya. Sekarang tambang bauksit sudah mulai buka kembali di Bintan dan mulailah kelangkaan BBM jenis solar itu terjadi lagi," kata Rasyid yang juga mengaku sebagai supir lori saat ini.  

Ia menduga, kelangkaan solar ini akibat ulah segelintir orang sebagai spekulan melakukan penimbunan solar sebagaimana yang terjadi beberapa tahun silam untuk kepentingan pribadi mau pun kelompok mereka. "Kita berharap pihak penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan di lapangan dan menindak tegas bagi para pelakunya," ujarnya. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar