Residivis Peras Anak Kos

Ancam Sebarkan Video Porno

SAGULUNG (HK) -- Mawanto, seorang pemuda yang mengaku petugas sekuriti perumahan SP Plaza ditangkap anggota Polsek Sagulung karena memeras Niki, salah satu anak kos di perumahan tersebut, Senin (8/10) siang kemarin. Modusnya, dia mengancam akan menyebarkan video porno korban saat mendatangi tempat tinggalnya.

Kapolsek Sagulung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudha Surya mengatakan, tersangka juga seorang resedivis pencurian di Tanjungpinang. Pelaku datang ke kost korban. Kemudian memperkenalkan diri dan memeras korban dengan mengancam akan menyebarkan video porno korban.

"Awalnya pelaku gedor pintu korban dan pelaku mengaku memiliki video porno korban," kata Kapolsek Sagulung, AKP Yudha Surya, Rabu (10/10).

Lantaran mendapat ancaman akan menyebarkan video porno, korban panik. Pelaku meminta uang damai sebesar Rp4 juta agar tidak menyebarkan video porno tersebut. Merasa tidak memiliki uang sebesar itu, pelaku meminta kalung da liotin yang dipakai korban.  Tidak berdaya, korban pun menyerahkan perhiasan beserta surat pembeliannya tersebut.

Setelah menerima kalung, pelaku pun langsung kabur dan tak mau perlihatkan video porno korban yang dimaksud. "Ternyata video itu tak ada. Pelaku hanya mengarang saja," ujar Yudha lagi. Karna tak percaya dengan video tersebut, korban baru menyadari jika telah ditipu. "Korban menyangka, pelaku merekam video dia saat sedang mandi secara sembunyi-sembunyi. Makanya dia ketakutan," sebutnya.

Tak mau kehilangan barang berharganya, dia pun melaporkan ke Polsek Sagulung. Mendapat laporan, tim buser Polsek Sagulung langsung melakukan lidik dan mencari pelaku.  Tidak butuh waktu lama, tim buser Polsek Sagulung pun berhasil mengungkap kasus dan menangkap penipu tersebut.

"Kita dapat informasi jika pelaku berada di perumahan Villa Muka kuning. Anggota langsung bergerak menangkap pelaku. Korban mengaku jika mengalami kerugian sebesar Rp 5,15 juta," katanya.

Yang parahnya lagi, sesaat pelaku diperiksa, pelaku sudah sering melakukan pemerasan dan mengaku sebagai aparat. Bahkan pelaku juga mengaku pernah melakukan pemerasan di lapangan kosong SP Plaza, Sagulung. "Baru dua kali. Di SP tergetnya orang pacaran," ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Mawanto ditetapkan sebagai tersangka. Dan dijerat pasal 363 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar