Astaga, Kapal Feri VOC dan Kapal Tanker Tabrakan di Perairan Tanjung Uban

Astaga, Kapal Feri VOC dan Kapal Tanker Tabrakan di Perairan Tanjung Uban

Astaga, Kapal Feri VOC dan Kapal Tanker Tabrakan di Perairan Tanjung Uban

ANAMBAS (HK)-Kapal  Feri cepat VOC Batavia tujuan Tarempa-Letung-Tanjung Pinang  bertabrakan dengan  Kapal Tangker Pasific  Blue Power tujuan Singapura pada arah berlawanan sekitar pukul 13.30 WIB di perairan Tanjung Uban, Bintan. 

Akibat tabrakan  tersebut, kapal feri VOC Batavia yang memuat sekitar 140 penumpang yang dikapteni  Zainal Arifin mengalami  kerusakan pada bagian depan dan lambung sebelah kiri kapal, serta kaca depan  pecah.

Sejumoah penumpang  mengalami luka akibat pecahan kaca, bahkan ada penumpang yang tercebur ke laut atas nama Ta Ali. Nelayan asal Buton itu  berhasil diselamatkan. 

"Benar Kapal Fery VOC Batavia tertabrak kapal Tenker  tujuan Singapura, namun kapal berhasil melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang," ujar Herdi Usman, Ketua  Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas yang saat itu berada di samping kapten kapal, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (11/10).

Herdi menceritakan tabrakan tersebut terjadi akibat pendeknya jarak pandang akibat hujan lebat.

Padahal, lanjut Herdi, kapten Zainul dari jauh sebelumnya telah sigap dengan mengaktifkan jalur navigasi dan radar.

"Jarak pandang paling sekitar 20 sampai 30 meter saja, karena awan hitam yang pekat belum lagi hujan yang benar-benar lebat," bebernya.

Tiba-tiba tambah Herdi,  kapal Tanker  Blue Power  sudah berhadap-hadapan  dengan Kapal VOC sehingga tabrakan tak dapat dihindarkan. Padahal, lanjutnya,  kapten kapal sudah berusaha menghindar dengan membanting stir kapal ke kanan. 

"Akibat tabrakan itu  bagian depan  kapal  serta lambung kiri juga mengalami kerusakan. Kapal sempat berhenti untuk melihat kondisi dan mencari penumpang yang terjatuh ke laut. Setelah penumpang ditemukan maka  pelayaran kembali dilanjutkan. Karena walaupun mengalami kerusakan kapal tidak bocor,' terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) yang juga berada di dalam kapal mengungkapkan, penyebab tabrakan ini dikarenakan jarak pandang pendeo akibat cuaca gelap dan hujan lebat.

"Kapal memang mengalami kerusakan, namun tidak terjadi kebocoran, begitupula penumpang hanya lecet saja, yang terjun ke laut juga selama," jelasnya.

Andi yang mengaku duduk di kursi nomor paling belakang menceritakan sempat terjadi kepanikan penumpang kaena tiba-tiba terjadi benturan keras dari belakang. Namun kepanikan tersebut dapat teratasi.

"Saat ini kapal telah berjalan menuju Pelabuhan Sry Bintan Pura Tanjung Pinang," tutupnya.(yud)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar