Penganiayaan Anak Yatim-Piatu

Ketika Paman, Tante dan Pembantu Tersangka

BINTAN (HK) - Satreskrim Polres Bintan menangkap serta menahan tiga orang pelaku penganiayaan anak di bawah umur. Ketiganya langsung ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan penyelidikan. Kekerasan yang dialami OV, gadis belia yang masih duduk dibangku sekolah dasar di daerah Kijang itu terungkap setelah luka lebam di tubuhnya diselidiki pihak sekolah.

Terungkap, bahwa pelakunya tak lain adalah kerabat dekatnya sendiri yakni paman, tante serta pembantu di rumah yang ditinggali OV. Sejak Maret 2018 lalu, kala kedua orang tua OV meninggal, gadis kecil itu diasuh Moi Yung alias Abdul Hadi (42) serta Juliani (26) yang merupakan paman dan tante korban.

Selain mereka bertiga, Mey Rahayu (20) juga tinggal di rumah itu sebagai pembantu. "Ketiganya kita sudah ditahan di Mapolres Bintan sebagai tersangka," sebut Kasat Reskrim Polres Bintan Adi Kuasa Tarigan, Senin (29/10) siang.

Ia menceritakan, awal mula terungkapnya kekerasan terhadap anak yatim-piatu itu. Pada 23 Oktober kemarin, wali murid korban curiga lebam-lebam pada tubuh anak muridnya bekas penganiayaan. Kecurigaan itu pun kata Adi, membuat wali kelas  dan perwakilan sekolah mendatangi rumah tinggal korban di daerah Kijang.

Saat itu, sambungnya, pembantu yang kini ditetapkan sebagai tersangka berdalih kalau luka lebam ditubuh OV bekas jatuh di parit. "Setelah itu, paman dan tante korban ke sekolah bertemu kepala sekolah korban. Untuk menanyakan lebam-lebam pada tubuh korban sampai masuk rumah sakit," tutur Adi.

Dari hasil pemeriksaan, Adi menjelaskan, korban dianiaya karena setiap pulang sekolah, OV sering membawa uang. Uang itu oleh Juliani, tante korban dicurigai hasil curian.

"Padahal kalau sekolah korban tak bawa uang jajan sehingga teman-temannya memberikan uang kepada korban. Tapi uang itu tidak dijajankan korban, malah dibawa pulang. Di rumah tante korban menanyakan soal uang itu, dikira hasil curian makanya terjadi penganiayaan," beber Adi.

Dari hasil penyelidikan anggotanya, kata Adi, ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Juncto Pasal 55 KHUP atau Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Juncto Pasal 56 KHUP. (oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar