Kohanudnas Gelar Operasi Tangkis Petir

Sukhoi Usir F16 Asing di Langit Kepri

Tiga Pesawat Tempur Sukhoi dari skuadron 11 Pangkalan Angkatan Udara Indonesia mengintai serta mengejar pesawat tempur F16 asing yang menyusup di langit Kepri.

BATAM (HK) - Tiga Pesawat Tempur Sukhoi dari skuadron 11 Pangkalan Angkatan Udara Indonesia mengintai serta mengejar pesawat tempur F16 asing yang menyusup di langit Kepri, Selasa (30/10) siang, di Bandara Hang Nadim Batam.

Dengan kesiapan para pilot TNI AU, akhirnya dua pesawat tempur negara asing tersebut berhasil diusir maupun diperingatkan untuk segera keluar dari wilayah udara Indonesia.

Danlanud Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan menjelaskan, bahwa pengintaian dan pengejaran pesawat tempur asing tersebut, dalam rangka operasi tangkis petir di wilayah Kepri, untuk menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan pesawat asing.

"Operasi tangkis petir di wilayah Kepri akan digelar selama 5 hari kedepan, yang dimulai tanggal 29 Oktober hingga 2 November, dikomandoi oleh Letkol Pnb Anton Palaguna, Komandan Skuadron 11 Makassar," ungkap Kolonel Pnb M Dadan Gunawan, Selasa siang.

Kedatangan tim Komando pertahanan udara nasional di Kota Batam, ungkap Dadan, dalam rangka melaksanakan tugas operasional rutin dengan kata sandi "Operasi Tangkis Petir", di wilayah teritorial Langit Batam dan Kepri," ungkapnya.

Diterangkan Danlanut, wilayah langit Kepri ini harus terbebas dari penyusup, makanya keberadan pangkalan angkatan udara di Kota Batam sangat penting. "Wilayah Kepri sangat strategis, berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Maka harus bisa terjaga dengan aman dari para penyusup," terangnya.

Operasi ini digelar oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), ungkap Dadan, di dukung oleh Satuan Radar TNI-AU di Kepri yang telah ditempatkan diberbagai daerah.

Assisten Operasional Kohanudnas, Kolonel Pnb Yostariza mengatakan, Operasi Tangkis Petir yang dilaksanakan tersebut merupakan operasi rutin sepanjang tahun, sesuai tugas komando pertahanan udara nasional yang bermarkas di Jakarta. "Kohanudnas ini bertanggungjawab terhadap seluruh wilayah udara nasional, dari Sabang sampai Merauke yang di mulai 01 Januari - 31 Desember 2017," kata Kolonel Pnb Yostariza.

Namun ungkapnya, karena wilayah Indonesia sangat luas sehingga pelaksanaan operasi ini dibagi-bagi perwilayah. "Untuk selama 5 hari kedepan kita menggelar Operasi Tangkis Petir di Bandara Hang Nadim Batam," sebut Yosta.

Kata Yosta, pelaksanaan OPTP untuk menjaga wilayah udara Kepri dari para penyusup yang datang dari negara asing. "Artinya, semua pesawat tempur asing yang masuk ke wilayah kita harus dapat diketahui dan kita kontrol. Sehingga mereka tidak bisa seenaknya memasuki wilayah teritorial udara Indonesia," tegas Kolonel Pnb Alumni Akabri 93 ini.

SOP nya seperti apa, papar Yosta, tentu kita mengawasi dan kita berpatroli di udara Kepri, untuk menertibkan pesawat tempur asing yang melintas di wilayah langit Kepri. "Bagi pesawat tempur asing yang kedapatan masuk wilayah teritorial Langit Kepri akan dipaksa keluar, atau mendarat di bandara terdekat. Kemudian diberikan sanksi," tegas Kolonel Pnb Yosta Riza.

Sehingga, imbuhnya, tidak ada pelanggaran-pelanggaran di wilayah udara Indonesia, oleh pesawat tempur asing, untuk kedepannya.

Pada kesempatan itu, Letkol penerbangan, Anton Palaguna menjelaskan, OTP tersebut menggunakan tiga unit pesawat tempur jenis Sukhoi, dan satu helikopter. "Yakni, TS Ts 3010, Ts 2705, Ts 3007 dan Heli caracal EC - 725 dan ada 10 personil," papar Letkol Pnb Anton Palaguna.

Diterangkan Anton, pesawat tempur Sukhoi ini mampu melaksanakan berbagai macam misi untuk pertempuran dari udara ke udara maupun dari udara ke darat. "Sukhoi bisa bergerak cepat untuk mengejar dan mendeteksi lawan dengan baik. Baik itu siang ataupun malam dengan jarak tempuh kurang lebih 1200 KM.

Untuk sistim mekaniknya, imbuh Anton, kita memiliki prosedur serta maintenance yang rutin. "Baik maintenance mesin dan persenjataan. Dan saat ini, pesawat Sukhoi yang kita bawa siap untuk operasi", kata Anton komandan Skadron 11 Makassar. (Boby/Nov Iwandra)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar