Tajuk

Jadilah Pengendara yang Tertib

Mulai 30 November s.d 12 November mendatang, Korps Lalu Lintas Polri melaksanakan Operasi Zebra serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Untuk wilayah Batam, sampai hari ketiga Operasi Zebra ini, sudah ratusan pengendara yang terjaring karena melakukan pelanggaran aturan lalu lintas. Dari berita yang dilansir media ini, yang paling dominan pelanggaran yang dilakukan adalah pengendara yang tidak menggunakan helm.

Diketahui, pada razia kali, sedikitnya ada delapan jenis pelanggaran lalu lintas yang akan ditindak tegas petugas di lapangan, diantaranya, pengemudi yang menggunakan atau memainkan ponsel saat berkendara, pengemudi yang melawan arus, pengemudi sepeda motor yang melebihi kapasitas (muatan dan orang), pengendara kendaraan di bawah umur, pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi yang menggunakan narkoba atau mabuk, dan pengemudi yang melebihi batas kecepatan, dan lainnya.

Langkah yang dilakukan oleh petugas ini dinilai sebuah cara untuk menjadikan para pengemudi menjadi pengendara yang baik. Soalnya, saat ini dinilai banyak yang abai terhadap aturan saat berada di jalan raya. Ada yang mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak memiliki dokumen kendaraan, bonceng tiga, menggunakan hp, dan lainnya. Pada mereka ini tindakan tegas memang perlu dilakukan.

Perlu dipahami, Operasi Zebra yang dilakukan merupakan salah satu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Selama ini banyak pengemudi yang mengindahkan ketertiban saat mengendara di jalan raya. Padahal jalan raya merupakan fasilitas umum. Jika satu orang melakukan pelanggaran atau mengendara tidak baik, dikhawatirkan tidak saja merugikan dirinya sendiri, tapi juga akan bisa membahayakan pengguna jalan yang lain.

Karena itu, saat Operasi Zebra dilakukan sekarang diharapkan bisa memberi efek jera pada mereka yang melanggar aturan. Untuk Batam, tidak sedikit pengendara yang tidak memberikan rasa aman pada pengguna jalan yang lain. Sebut saja sejumlah pengemudi angkutan umum. Jamak diberitakan, ada pengemudi angkutan umum yang terkenal ugal-ugalan di Batam. Mereka ini kerap mencelakakan orang lain. Begitu pula remaja yang balap liar. Pada mereka ini ketegasan sangat perlu diberikan. Inilah waktunya untuk menghilangkan kebiasan buruk pengendara ugal-ugalan di jalan raya.

Diharapkan, pasca Operasi Zebra sekarang, hal serupa hendaknya tetap dilakukan agar para pengendara terus mengedepankan ketertiban saat mengendara. Perlu penekakan bahwa jalan raya bukan milik pribadi. Karena itu, hargai pengguna jalan yang lain. Selama di jalan raya, tetapnya tertib dan ikuti rambu-rambu yang telah dikeluarkan. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar