Tajuk

Mengatasi Banjir di Tanjungpinang

Banjir di Tanjungpinang sampai kini masih menjadi masalah yang membuat terganggunya aktifitas masyarakat. Pada musim penghujan seperti saat ini misalnya, sejumlah ruas jalan di ibukota Provinsi Kepri itu, tergenang air. Hal itu dikeluhkan masyarakat. Tidak berfungsinya drainase dinilai menjadi salah satu penyebabnya.

Sebagai ibukota provinsi, seharusnya masalah ini sudah tidak menjadi sesuatu yang besar. Karena apa? Di Tanjungpinang ada Pemerintah Kota Tanjungpinang dan ada Pemerintah Provinsi Kepri. Dengan adanya dua pemerintahan kota dan provinsi seharusnya persoalan itu sudah selesai. Tapi faktanya, banjir masih saja terjadi.

Salah satu solusi yang akan dilakukan yakni melakukan koordinasi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri dan pemilik lahan, dinilai sebuah langkah tepat guna mengurai persoalan itu.

Sebagai kota yang sudah lama, tentunya Tanjungpinang sudah memiliki tatanan kota yang baik termasuk drainase di setiap ruas jalan. Tapi berdasarkan fakta di lapangan, sejumlah ruas jalan tersebut sudah tidak memiliki drainase karena sudah tertimbun pasir atau tanah.

Sekarang hal ini hendaknya mulai menjadi perhatian serius pihak terkait di ibukota Provinsi Kepri itu. Rasanya sangat tidak elok dilihat oleh orang dari luar Tanjungpinang ketika mendapati kota itu mengalami banjir saat hujan. Apalagi kota itu merupakan ibukota Provinsi Kepri.

Kini, yang perlu dilakukan adalah mencari solusi terbaik. Lakukan komunikasi positif antarsemua pihak. Jika memang ada drainase yang sudah tertimbun, lakukan normalisasi. Jika belum ada, bisa dibuat drainase.

Menyelesaikan masalah banjir di Tanjungpinang dinilai akan bisa cepat selesai jika semua pihak sama-sama bisa memahami. Sama-sama menyadari jika banjir akan mengakibatkan terganggunya aktifitas masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah ke saluran air. Jangan menumpuk material bangunan di sekitar drainase yang bisa mengakibatkan masuknya material tersebut ke selokan. Jika semua bisa memahami, dipercaya, dalam waktu singkat, banjir tidak akan ditemui lagi saat hujan turun. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar