BKPPD Tunggu Arahan Kemenpan-RB

Baru 3 Persen Pelamar CPNS Lulus SKD

Dari 1.000 pelamar CPNS Bintan yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

BINTAN (HK) - Dari 1.000 pelamar CPNS Bintan yang  mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), baru 3 persen atau sebanyak 32 orang yang dinyatakan lulus ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) itu.

Sementara yang tersisa 940 pelamar  akan mengikuti seleksi hingga Sabtu (10/11) mendatang. Masih minimnya pelamar yang lulus ujian SKD, membuat Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Bintan bimbang. Sebab, kuota yang disiapkan untuk diterima sebanyak 250 pelamar.

Kabid Mutasi Pegawai BKPPD Bintan Ami Rofian mengatakan kalau pihaknya masih menunggu arahan dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait minimnya pelamar yang lolos tahap SKD. "Kita masih menunggu nih apa arahan dari Kemenpan-RB," ucapnya yang juga terlibat sebagai panitia pelaksanaan tes CPNS Bintan digedung BKPPD Bintan, Selasa (6/11) siang.

Ami mengungkapkan,jumlah pelamar CPNS yang lulus ujian SKD yang sedikit tidak hanya terjadi di Kabupaten Bintan. Tetapi di daerah lain di Indonesia. "Mungkin ada arahan lain seperti apa. Makanya kami lagi menunggu," ujarnya.

Berkaitan dengan jumlah peserta yang hadir ujian, Ami mengklaim secara persentase jumlahnya banyak yang hadir ketimbang yang tak handir. "Palingan sekitar 1 atau 2 orang saja yang gak hadir setiap sesinya," kata Ami. Sejauh ini, hingga hari kelima pelaksanaan ujian CAT belum ada kendala berarti. Ujiannya berlangsung tertib dengan pengawasan dari pihak Kepolisian dan Satpol PP.

Berdasarkan pantauan di layar LED yang menampilkan nilai-nilai ujian peserta, kebanyakan pelamar gagal pada materi Tes Intelegensia Umum (TIU) dengan passing grade 80 point dan Tes Karateristik Pribadi (TKP) passing grade 143 point.

Meski banyak pelamar yang tak lulus, tak lantas membuat pelamar lainnya gugup.

Ezia (33) misalnya, pelamar asal Tanjunguban merasa percaya diri mengikuti CAT. Berbekal bacaan diinternet, Ia pun optimis menghadapi ujian. "Googling dan baca-baca buku saja," ujarnya saat mendaftar ujian.

Tak hanya Ezia, pelamar lain yang jauh datang dari Bogor, Katrina (33) mengungkapkan banyak simulasi soal-soal ujian yang bersileweran di dunia maya. "Googling kan banyak juga tuh contoh-contoh soal," kata wanita yang bergelar Sarjana Dokter Gigi (Drg) itu.

Pengangguran Kepri Capai 7,12 Persen

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi Kepri Zulkipli  mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Kepri pada tahun 2018 mencapai angka 7,12 persen. Angka ini dianggap menurun dibandingkan tahun 2017 lalu yang mencapai 7,16 persen.

Dikatakan Zulkipli, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri terjadi penurunan TPT dari tahun 2017 lalu. "Jika dilihat dari tingkat pendidikannya, tingkat pengangguran terbuka ini didominasi dengan angkatan kerja yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 12,98 persen," ungkap Zulkipli, Selasa (6/11).  

Menurut Zulkipli, selama setahun terakhir (Agustus 2017Agustus 2018), jumlah penduduk bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, yaitu sektor pengadaan listrik dan gas dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebesar 3.980 orang (52,76 persen).

"Sektor jasa lainnya sebanyak 14.557 orang (29,32 persen), sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 12.962 orang (28,74 persen)," ungkap Zulkipli.

Sedangkan, lanjut Zulkipli untuk masyarakat yang bekerja pada kegiatan formal hingga Agustus 2018 berjumlah 604.932 orang. "Atau mencapai  68,51 persen,  dan turun hingga 1,37 poin dari jumlah pekerja formal tahun 2017 lalu," Zulkipli.

Sedangkanberdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2018,lanjut Zulkipli ada sebanyak 745.017 orang (82,69 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu. "Sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 43.674 orang atau mencapai 4,85 persen," tegas Zulkipli

Sebelumnya, disampaikan Zulkipli,  jumlah angkatan kerja Provinsi Kepulauan Riau yang dihitung hingga Agustus 2018 lalu mencapai 970.132 orang.Dengan angka penduduk yang bekerja sebanyak 901.109 orang.(efr/oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar