Tajuk

Menjaga Pola Hidup

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Tanjungpinang mengungkapkan, sejak 2015 hingga September 2018, jumlah penderita kanker di ibukota Provinsi Kepri itu berjumlah 57 orang. Dari total penderita, 23 pengidap berhasil sembuh, 20 orang meninggal dunia, dan 14 orang lainnya menjalani pengobatan. Dalam rentang waktu tiga tahun itu, jumlah yang meninggal akibat penyakit kanker dinilai cukup tinggi.

Perkembangan kehidupan masyarakat dinilai salah penyebab tinggi angka penderita kanker di kota tersebut. Dan mungkin di daerah lain di Kepri, hal serupa bisa juga terjadi. Saat ini banyak ditawarkan hal-hal yang menyenangkan dan melezatkan. Sementara diketahui, tidak seluruh hal itu memberikan efek yang baik pada kesehatan. Malah yang terjadi sebaliknya.

Penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker terkadang tidak disadari oleh penderitanya. Dia tumbuh diam-diam. Saat tubuh mulai mengalami pelemahan, saat itulah baru diketahui ada penyakit yang tergolong berbahaya tersebut. Jika cepat diketahui dan ditangani, kemungkinan sembuh akan bisa cepat. Namun, jika tidak, inilah yang berbahaya.

Karena itu, sangat masif imbauan untuk menjaga pola hidup. Menjaga segala hal yang bisa memicu lahirnya penyakit berbahaya seperti kanker dan lainnya. Dan tidak kurang, masyarakat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, sampai menghindarkan diri dari paparan asap rokok. Lalu, masyarakat juga diminta untuk tetap rutin melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga, istirahat yang cukup dan sedapat mungkin menghindarkan diri dari stres. Termasuk mengonsumsi pangan yang bergizi seimbang dan menghindari makanan-makanan berbahan pengawet dan berpewarna. Cukup serat, cukup sayur, cukup protein, vitamin hingga mineral, inilah yang kerap disampaikan praktisi kesehatan.

Saat ini pola kehidupan masyarakat nilai banyak yang jauh dari sehat. Sebut saja, kurang olahraga, duduk lama, makan dan minum yang enak-enak, ditambah stres. Pahadal, jika bisa memagemen waktu dengan baik, olahraga atau aktifitas tubuh dapat dilakukan rutin walau hanya beberapa saat. Hal ini bisa menghindarkan diri dari berbagai penyakit yang membahayakan.

Sudah selayaknya, imbauan dan sosialisasi kesehatan yang dilakukan pihak terkait dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sakit berkaitan dengan biaya. Biaya untuk berobat dinilai sangat mahal. Karena itu, untuk mengantisipasi timbulnya penyakit, salah satunya berolahraga dan melakukan aktifitas yang membuat tubuh bugar ditambah dengan menjaga pola makan.

Banyak praktisi kesehatan mengimbau, kemajuan zaman harus diimbangi dengan menjaga kesehatan. Ketika kesehatan baik, maka kemajuan zaman dapat dinikmati. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar