Klaim Asuransi Kecelakaan

10 Bulan Jasaraharja Bayarkan Rp12 M

BATAM (HK) (HK) -- Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2018, PT Jasaharja Persero Cabang Kepri telah mengeluarkan biaya asuransi jiwa mencapai Rp12 miliar. Untuk klaim asuransi jiwa, khususnya kecelakaan berlalu-lintas.  

Hal itu disampaikan Kepala Unit Operasional PT Jasaharja Persero Cabang Kepri, Masna Firles, saat mengikuti sosialisasi Regident Ranmor dan Pengemudi, di MPH Batamindo, Muka Kuning, Sei Beduk, Kamis (8/11) pagi.

Masna merincikan, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Meninggal Dunia (MD) mencapai Rp5,7 miliar dan lainnya luka cacat tetap seumur hidup dan luka berat mencapai Rp6 miliaran.

Dijelaskan, bahwa besaran klaim tersebut didominasi oleh kecelakaan berlalu-lintas kendaraan roda dua sebanyak 58 persen, yang terjadi pada usia produktif mulai usia 14 tahun hingga 30 tahun yang mencapai 42 persen.

Saat ditanya mengenai apakah ada pembayaran klaim asuransi jiwa terhadap laka tunggal, dikatakan Masna, sesuai UU No 34 menyebutkan bahwa korban yang mendapat asuransinya kalau kecelakaan di luar dari alatnya.

Namun apabila kecelakaan tunggal apalagi masih di dalam alatnya seperti sepeda motornya itu jelas tak ada pembayaran klaim asuransi.

"Sesuai UU No 34 menyebutkan korban yang dapat asuransi jiwa harus jelas faktanya dan masih di luar alat atau kendaraanya. Namun jikalau kecelakaan tunggal seperti masih ada seperti alat atau sepeda motornya, sama sekali tak dapat asuransinya," ujar Masna lagi.

Masna kembali mengatakan, untuk kenaikan tarif tak ada. Hanya saja santunan dinaikkan pemerintah yaitu Menteri Keuangan No 16-15 tahun 2017 menyebutkan untuk biaya santunan pengobatan sebanyak Rp20 juta yang sebelumnya Rp10 juta. Kemudian untuk kasus meninggal dunia karena kecelakaan sebesar Rp50 juta.

"Untuk kenaikan tarif untuk santunan gak ada. Hanya saja santunan biaya pengobatan yang dinaikkan pemerintah melalui Menteri Keuangan. Untuk biaya pengobatan dikenakan sebesar Rp20 juta yang sebelumnya Rp 10 juta. Jika untuk kasus meninggal dunia dikenakan Rp50 juta untuk santunannya," kata dia lagi.

Kegiatan sosialisasi Regident Ranmor dan pengemudi dengan thema "Peningkatan pelayanan publik dan kemampuan kompetensi SIM serta menjadikan database kepolisian yang terpercaya berbasis IT" diikuti para pekerja Muka Kuning, Batamindo.

Dilokasi pun, Narasumber dari kegiatan tersebut langsung menjelaskan betapa pentingnya memiliki SIM serta cara-cara berkendara di jalan raya. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar