Natuna

Dubes AS Cari Tahu Potensi Investasi

Dubes AS Pelajari Potensi Natuna

SDA dan Investasi

 

NATUNA (HK) - Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan  mengaku kunjungannya ke Natuna dalam rangka mempelajari potensi sumberdaya alam dan investasi.

Hal ini diungkapkannya pada pada acara ramah tamah dengan Pemerintah Kabutapten Natuna di Gedung Sri Srindit Ranai, Rabu (7/8) malam.  Donovan hanya menyinggung hal-hal yang berkenaan dengan laut dan keramahtamahan pemerintah serta orang-orang Natuna.

"Atas nama Dubes AS di Jakarta dan Konsulat Jenderal Amerika di Medan, saya ucapkan senang dan bangga untuk anda," kata Donovan mengawali pidatonya.

Ia kemudian bercerita bahwa dirinya pernah ke Provinsi Kepri pada Juli lalu untuk menghadiri perayaan Kemerdekaan AS. Kegiatan ini bertemakan "Kemitraan Melintasi Samudera".

Pada saat itu, ia juga mengaku diundang untuk mengunjungi Natuna guna melihat sumberdaya alam dan potensi investasi yang ada di Natuna.

"Mungkin ini kunjungan pertama pemerintah AS dalam 20 tahun terakhir, dan mungkin pertama kali Dubes AS berkunjung ke Natuna. Kami berharap tema pertemuan ini sama dengan tema perayaan hari Kemerdekaan USA lalu," ujarnya.

Ia mengatakan, Amerika Serikat dan Indonesia memang belum memiliki kerjasama kemitraan maritim di Indonesia bagian barat. Kerjasama ini baru terjalin di Indonesia bagian timur, persisnya di Papua Barat dan Maluku Utara.

Kedua negara ini memiliki kerjasama maritim melalui kemitraan investasi, perdagangan, program keamanan dan lingkungan.

"Saat kita semua berkumpul di Natuna yang memiliki rute pengiriman barang internasional yang menghubungkan banyak negara di Indo pasifik, tentu saja kemitraan strategis Indonesia dan AS juga terjadi di Natuna, Kepri dan Indonesia bagian barat," sebutnya.

Namun begitu, ia menolak membahas banyak perihal kerjasama kemitraan laut, invetasi dan hal-hal lain yang berkenaan dengan Natuna.   Karena kedatangannya kali ini bukan untuk hal yang dimaksud.

"Saya datang ke Natuna untuk belajar lebih banyak tentang Natuna, untuk mengetahui potensinya sebagai dasar bisnis Amerika ke depannya di Natuna," tegasnya.

Ia mengungkapkan kebanggaanya dapat hadir di Natuna yang memiliki potensi yang besar dan Indah.

"Hari ini saya berkesempatan untuk menyelam di bawah laut, di bawah alam Natuna yang indah, saya dapat menyaksikan langsung bahwa Natuna memiliki sumberdaya alam yang berharga, yang dapat mendukung sektor pariwisata, perdagangan dan investasi. Saya bangga jadi Dubea AS yang pertama dapat menyelam di Natuna," ungkapnya.

Dengan alasan ia berada di Natuna, Donovan mengakhiri pidatonya dengan pantun.

"Ikan berenang menari-nari, menari di laut nan kaya raya. Hati kami senang berada di sini, di pulau yang indah alamnya dan penuh ragam budaya. Terima kasih," pungkasnya.

Selain menyelam dan berpidato tentang laut, ia juga menonton film laut "A Palstic Osean", kemudian meninjau Kampung Penagi yang ada di atas laut dan menginap selama dua hari di Hotel Alifstone yang juga berada di atas laut.

Bupati Natuna, Hamid Rizal mengapresiasi kedatangan Dubes Donovan. Ia berharap Natuna dapat perhatian lebih dari pemerintah pusat sehingga peluang investasi semakin terbuka.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Natuna mengucapkan selamat datang kepada Mr. Joseph R Donovan dan rombongan. Kedatangan anda adalah berkah bagi kami," ucapnya.***


Menteri Susi dan Dubes AS Hadiri Geliat Laut

NATUNA (HK) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti bersama Dubes Amerika Serikat untuk RI, Joseph R Donovan menggelar kegiatan Geliat Laut di Pulau Setanau, Kecamatan Pulau Tiga, Rabu (7/11) sore.

Geliat Laut diisi dengan serangkaian acara seperti bermain Kano, berenang dan menyelam.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan perhatian dan kecintaan masyarakat terhadap laut karena laut merupakan bagian besar dari sumber penghidupan," kata Menteri Susi.

Selain bersama Dubes AS, Menteri Susi juga mengajak sejumlah petinggi Kementerian KP seperti Dirjen PRL Kementerian KP, Bramantio dan Sekjen KKP, Nilanto.

Hadir juga Bupati Natuna, Hamid Rizal beserta seluruh unsur OPD, Camat Pulau Tiga, Tabrani dan warga sekitar.

"Saya ingin masyarakat menyadari arti penting laut bagi mereka masing-masing. Mereka harus menjadi penjaga utama laut," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Susi telah mendeklarasikan untuk masyarakat Natuna bahwa laut haruslah menjadi beranda depan rumahnya masing-masing agar laut terjaga dari segala bentuk gangguan.

"Saya tidak ingin lagi ada yang membuang sampah ke laut. Jadikanlah laut sebagai beranda depan rumah kita agar tetap bersih," pungkasnya.

Kegiatan ini didukung oleh KAL Bungaran milik Lanal Ranai, Kapal Pengawas PSDKP KP Hiu Macan.***

 

NATUNA (HK) - Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan menghabiskan waktunya selama dua hari di Natuna. Kegiatan dan waktunya kebanyakan dihabiskan untuk laut.

Pada acara ramah tamah dengan Pemerintah Kabutapten Natuna di Gedung Sri Srindit Ranai, Rabu (7/8) malam, Donovan hanya menyinggung hal-hal yang berkenaan dengan laut dan keramahtamahan pemerintah serta orang-orang Natuna.

"Atas nama Dubes AS di Jakarta dan Konsulat Jenderal Amerika di Medan, saya ucapkan senang dan bangga untuk anda," kata Donovan mengawali pidatonya.

Ia kemudian bercerita bahwa dirinya pernah ke Provinsi Kepri pada Juli lalu untuk menghadiri perayaan Kemerdekaan AS. Kegiatan ini bertemakan "Kemitraan Melintasi Samudera".

Pada saat itu, ia juga mengaku diundang untuk mengunjungi Natuna guna melihat sumberdaya alam dan potensi investasi yang ada di Natuna.

"Mungkin ini kunjungan pertama pemerintah AS dalam 20 tahun terakhir, dan mungkin pertama kali Dubes AS berkunjung ke Natuna. Kami berharap tema pertemuan ini sama dengan tema perayaan hari Kemerdekaan USA lalu," ujarnya.

Ia mengatakan, Amerika Serikat dan Indonesia memang belum memiliki kerjasama kemitraan maritim di Indonesia bagian barat. Kerjasama ini baru terjalin di Indonesia bagian timur, persisnya di Papua Barat dan Maluku Utara.

Kedua negara ini memiliki kerjasama maritim melalui kemitraan investasi, perdagangan, program keamanan dan lingkungan.

"Saat kita semua berkumpul di Natuna yang memiliki rute pengiriman barang internasional yang menghubungkan banyak negara di Indo pasifik, tentu saja kemitraan strategis Indonesia dan AS juga terjadi di Natuna, Kepri dan Indonesia bagian barat," sebutnya.

Namun begitu, ia menolak membahas banyak perihal kerjasama kemitraan laut, invetasi dan hal-hal lain yang berkenaan dengan Natuna.   Karena kedatangannya kali ini bukan untuk hal yang dimaksud.

"Saya datang ke Natuna untuk belajar lebih banyak tentang Natuna, untuk mengetahui potensinya sebagai dasar bisnis Amerika ke depannya di Natuna," tegasnya.

Ia mengungkapkan kebanggaanya dapat hadir di Natuna yang memiliki potensi yang besar dan Indah.

"Hari ini saya berkesempatan untuk menyelam di bawah laut, di bawah alam Natuna yang indah, saya dapat menyaksikan langsung bahwa Natuna memiliki sumberdaya alam yang berharga, yang dapat mendukung sektor pariwisata, perdagangan dan investasi. Saya bangga jadi Dubea AS yang pertama dapat menyelam di Natuna," ungkapnya.

Dengan alasan ia berada di Natuna, Donovan mengakhiri pidatonya dengan pantun.

"Ikan berenang menari-nari, menari di laut nan kaya raya. Hati kami senang berada di sini, di pulau yang indah alamnya dan penuh ragam budaya. Terima kasih," pungkasnya.

Selain menyelam dan berpidato tentang laut, ia juga menonton film laut "A Palstic Osean", kemudian meninjau Kampung Penagi yang ada di atas laut dan menginap selama dua hari di Hotel Alifstone yang juga berada di atas laut.

Bupati Natuna, Hamid Rizal mengapresiasi kedatangan Dubes Donovan. Ia berharap Natuna dapat perhatian lebih dari pemerintah pusat sehingga peluang investasi semakin terbuka.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Natuna mengucapkan selamat datang kepada Mr. Joseph R Donovan dan rombongan. Kedatangan anda adalah berkah bagi kami," ucapnya. (fat)


50 Peserta Ujian SKD-CAT Tidak Lulus

NATUNA (HK) - Pelaksanaan proses lanjutan jadwal, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT) untuk penerimaan CPNS di lingkungan Kabupaten Natuna sudah dimulai, Kamis (8/11) di SMAN 1 Bunguran Timur.

Pada sesi pertama yang diikuti 50 peserta itu seluruhnya dinyatakan tidak lulus. Sebab pencapaian nilai tidak memenuhi target Badan Kepegawaian Nasional.

"Seleksi SKD-CAT ini dimulai dari tanggal 8-16 November 2018. Hari ini (kamis,red) kita melaksanakan lima sesi. Setiap sesinya diikuti 50 peserta. Dan sesi pertama seluruhnya tidak lulus," kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Natuna,  Ewita Yuda.

Pada pelaksanaan ujian SKD-CAT, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti berpesan agar para peserta ujian untuk benar-benar teliti dalam mengerjakan soal yang ada.

"Kepada para peserta ujian, supaya bisa teliti dan jeli dalam mengerjakan soal-soal. Dan tidak perlu terburu-buru," kata Wabup Ngesti ketika membuka secara resmi pelaksanaan ujian SKD-CAT di SMAN 1 Bunguran Timur, Ranai. Kamis pagi (8/11).

Dijelaskannya, dalam tahapan ini, peserta harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal tes wawasan kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal, tes inteligensia umum (TIU) sebanyak 30 soal dan tes karakteristik peribadi (TKP)  sebanyak 35 soal.

"Jadi kalau seleksi pertama ini tidak lulus, peserta tidak akan bisa lanjut pada tahap berikutnya yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB)," jelasnya.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti yang turut hadir membuka seleksi pertama berharap, 2.035 peserta seleksi bisa melaksanakan ujian dengan baik.

"Kita berharap yang terbaik bagi peserta. Semua harus bekerja keras untuk mencapai nilai yang maksimal," harapnya.(fat)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar