Bintan

Warga Marah Patok Lahannya Dicabut Petugas KPHP

BINTAN (HK) - Sejumlah Warga di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, marah-marah terhadap aksi oknum pegawai Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Tanjungpinang-Bintan yang mencabuti patok-patok lahan yang dipasangi warga.

Menurut pengakuan warga, lahan yang sudah mereka tempati sejak lama itu dianggap KPHP sebagai kawasan hutan lindung. Sehingga tak boleh ada aktifitas dikawasan hutan lindung tersebut.

Salah seorang warga warga Sei Jeram, Suparman,  menerangkan warga marah lantaran lahan yang mereka tempati disebut hutan lindung. Ia mengatakan, patok lahan warga yang dicabuti merupakan milik warga bernama Gewang, yang telah dikavlingkan untuk diperjual-belikan.

Dari situ, Suparman menceritakan asal mula kemarahan warga. Sebab, hampir sebagian besar lahan yang sudah dibangun rumah warga diklaim masuk dalam kawasan hutan lindung. "Dari perkataan petugas kehutanan (KPHP,red) itu merebak ke mana-mana, warga jadi resah," tutur Suparman, Kamis (8/11).

Kemarahan warga langsung direspon pihak pemerintah desa. Dalam pertemuan bersama KPHP, warga dimintai dokumen kepemilikan lahan itu untuk dibawa ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Jakarta.

"Jadi kami diminta menyerahkan dokumen untuk dibawa ke kementerian. Nanti dijelaskan statusnya, " sambungnya. (oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar