Batam

Kabasarnas Resmikan Kapal Pencarian

BATAM (HK) -- Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) RI, Madya TNI Muhammad Syaugi meresmikan Kapal Negara (KN) Karna 246 tepatnya di galangan industri kapal PT Palindo Marine, Sagulung, Batam, Senin (12/11) siang kemarin.

Peluncuran kapal dengan ukuran 40 meter yang juga disebutkan kapal Pencarian dan Pertolongan ini disaksikan oleh para tamu dari TNI Angkatan Laut serta Direktur PT Palindo Marine dan stakholder lainnya.

Kepada awak media, M Syaugi mengatakan, bahwa kapal ini nantinya di standby kan di perairan Jakarta. Bahkan kapal ini dilengkapi dengan berbagai alat sensor yang aktif yang juga terbuat dari baja. Kemudian kapal itu juga berkecepatan 30 Knot.

Kabasarnas juga mengatakan, untuk pemesanan kapal yang diluncurkan ini sudah sesuai dengan renstra (rencana strategi) yang diinginkan. Jadi saat ini Basarnas sudah memiliki kapal ada sebanyak 170 unit, baik itu kapal besar maupun kapal kecil yang ada diperairan Indonesia.

Akan tetapi menurutnya hal itu masih kurang. Namun karna anggaran sudah ditutup, makanya itulah kemampuan negara untuk membangun kapal.

"Sebenarnya kalau melihat peta perairan Indonesia masih kurang 6 kapal lagi. Tapi karna anggaran sudah tutup maka kita tetap tambah untuk tahun depanya lagi. Dan untuk saat ini jumlah kapal Basarnas ada sebanyak 170 unit, saya rasa itu sudah cukup dulu, karna hal itu kemampuan negara," ujar Syaugi kepada Haluankepri, siang itu.

Kemudian, pada saat ditanyakan lagi apakah jumlah kapal sebanding dengan luas lautan Indonesia, Syaugi pun mengakui bahwa jumlah itu masih kurang. Karna tugasnya Basarnas itu adalah mencari, mengevakuasi dan pertolongan untuk korban bencana.

"Kalo ditanya masalah kurang, iya jelas masih kurang, apalagi melihat geografis luas lautan Indonesia yang cukup besar dengan perbandingan 2/3 dari wilayah Indonesia ini," jelasnya lagi.

Masih kata dia kembali, kalau kapal ini merupakan kapal armada baru Basarnas, yang sengaja dipesan kepada PT Palindo. Dan hasilnya juga cukup kredibel, bagus, bermutu dan berkualitas.

"Untuk pengerjaannya selalu dipantau, agar kelar tepat waktu. Karena anggarannya di tahun 2018 jadi harus selesai juga di 2018," ungkapnya. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar