22 Adegan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Istri

Usai Nyabu Derbi Bercinta dengan Kekerasan

BATAM (HK) - Terungkap, usai mengkonsumsi narkotika sabu, Andana alias Derbi tersangka pembunuhan terhadap istri (SP), ternyata dia lakukan saat bercinta dengan kekerasan fisik, sehingga menyebabkan si korban meninggal dunia, didalam kamar kosnya, Kawasan Ruko Aladin, Batam Centre, Bulan September lalu.

Hal tersebut terungkap ketika Unit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang menggelar 22 adegan reka ulang (Rekonstruksi), terhadap tindak penganiayaan terhadap seorang istri, Selasa (27/11) siang, di Mapolresta Barelang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan mengatakan, adegan rekonstruksi tersebut dilakukan sebagai pelengkap dalam berkas kasus pembunuhan korban SP, untuk mencari fakta dan apakah ada temuan baru, sebelum berkas dan tersangka, dilimpahkan kepihak kejaksaan (P21)

"Rekontruksi ini dilakukan dapat melengkepi berkas BAP, apakah masih ditemukan bukti bukti baru atau tidak, terhadap perkara yang kita tangani," kata AKP Andri, Selasa (27/11) siang, di Mapolresta Barelang.

Diterangkan AKP Andri ini, berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat empat adegan pelaku dengan korban melakukan hubungan badan dengan kekerasan terhadap korban, setelah mereka mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

"Mereka itu mulai untuk berhubungan badan setelah mengkonsumsi sabu yang terdapat di adegan ke 6, dan dilanjutkan pada adegan ke 9, 10, serta 11," papar Kasat Reskrim, dengan diberengi kekerasan fisik.

Dijelaskan Andri, setiap adegan berhubungan badan hingga berulang kali itu, selalu disertai dengan Kekerasan dan penganiayaan, hingga korban merasakan kepuasan bercinta. "Ketika bercinta, tersangka selalu melakukan kekerasan terhadap SP. Seperti menjambak rambut, menampar wajah maupun memukul pantat korban, hingga memar-memar," papar AKP Andri.

Ironisnya, imbuh Andri lagi, mereka sanggup bercinta selama 3 hari, dengan menkonsumsi barang haram narkotika sabu tersebut. Pantauan di TKP, dalam rekonstruksi di mulai sejak mereka pergi ke sebuah hotel di Jodoh, dengan menggunakan mobil rental berwarna hitam, untuk membeli sabu, kepada seorang perempuan berinisial Mt.

Berdasarkan dari rekonstruksi, juga diketahui mereka membeli sabu seharga Rp 1.250.000 per paket kepada Mt, hingga 2 kali pembelian atau 2 paket selama 3 hari tanpa henti.

Awalnya setelah mendapatkan narkoba sabu, ungkap Andri, mereka kembali kekoskosanya di Komplek Aladin, untuk mengkonsumsinya. "Setelah itu barulah mereka bercinta hingga berulang kali  dengan ala kekerasan selama tiga hari, tanpa henti dalam pengaruh pakai barang haram narkotika," imbuhnya.

Pantauan di lokasi saat rekontruksi tersebut, diperlihatkan bagaimana pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap korban SP, ketika berhubungan badan itu dengan menjambak, memukul muka hingga memukul SP dibagian tubuh lainnya.

"Artinya, kasus pembunuhan yang dilakukan Andara alias Derby terhadap istrinya sendiri memang di dalam pengaruh sabu. Ditambah saat bercinta itu korban berteriak memanggil nama Jef, jef, hingga berulang kali," ungkap Kasat Reskrim.

Diketahui, imbuhnya, si jef itu adalah mantan pacar korban. "Sehingganya, mengakibatkan si Derbi marah, dan memukul korban hingga berujung kematian,"pungkas AKP Andri. (vnr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar