DPRD Bintan Minta Tambang Bauksit di Pulau Dendang Dihentikan

DPRD Bintan Minta Tambang Bauksit di Pulau Dendang Dihentikan


BINTAN (HK) - Tim Terpadu terdiri dari Komisi I DPRD Bintan, unsur Satpol PP, DPMPTSPTK Bintan, DLH serta camat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pertambangan biji bauksit diduga ilegal di Pulau Dendang, Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Bintan, Rabu (28/11) pagi.

Selain menemukan adanya tumpukan biji bauksit serta alat berat dan para pekerja, petugas juga menemui ada dua perempuan di dalam kawasan yang masih dikelilingi hutan itu.

Kedua perempuan itu belakangan diketahui sebagai juru masak untuk para pekerja di daerah pulau yang berada didepan Kota Kijang itu.

Hasriawady, Anggota Komisi I DPRD Bintan yang memimpin rombongan menjelaskan, lahan yang dikeruk mineralnya diklaim masih milik PT Lobindo berdasarkan dokumen yang dilaporkan kepada DPRD dan Satpol PP. Lahan itu menurutnya, lahan eks pasca tambang yang dulu dikelola PT Antam.

Ia pun meminta kepada penanggungjawab lapangan yang ditemui di lokasi untuk segera menghentikan aktifitasnya. "Ya kita minta ini dihentikan dulu," tutur pria yang akrab disapa Gentong itu di lokasi.

Untuk memastikan aktifitas berhenti, dia pun meminta supaya Satpol PP menyita kunci alat berat yang ada di lokasi.

Gentong pun merasa heran izin yang diklaim dimiliki oleh perusahaan yang menambang dilahan eks PT Antam.  "Kita juga bingung PTSP Provinsi bisa mengeluarkan izinnya itu darimana," tanyanya.

Pantauan di lapangan, ada 16 dump truk, 7 kobe serta 2 buldozer yang terparkir di lokasi tambang. Selain itu, ada 8 pekerja laki-laki dan dua pekerja perempuan sebagai juru masak di pulau tersebut serta tumpukan biji bauksit yang sudah siap diangkut ke tongkang. (oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar