Batam

Emak-emak Tertipu Investasi Bodong

Dua orang korban investasi bodong melapor ke Mapolres Batam.

BATAM (HK) - Tergiur dengan keuntungan 30 persen bunga investasi, puluhan emak-emak tertipu investasi bodong. Dua orang korbannya pun melapor ke polisi.

Nila beserta Ugtri, warga Tembesi Kecamatan Sagulung mengaku ditawarkan oleh Lena sebuah investasi. Janjinya, bisa memberikan keuntungan besar hingga 30 persen dari modal yang diinvestasikan di setiap bulannya.

"Awalnya kami tidak percaya. Namun, karena telah ada yang mendapatkan keuntungan itu, akhirnya kita tertarik. Apalagi Lena mengaku tinggal di Batam," ungkap Nila dan Ugtri, Selasa (2711) siang, membuat laporan penipuan di Polresta Barelang Bahkan katanya, mereka pernah bertemu dengan Lena Kabeaken di Batuaji.

"Dengan bujukan pelaku, akhirnya April 2018 lalu saya ikut menginvestasikan modal tunai sebesar Rp50 juta. Sedangkan Nila menginvestasikan Rp15 juta," kata mereka berdua.

Didalam bulan pertama hingga ke bulan lima prosesnya berjalan lancar. Namun sejak dua bulan belakangan pembayaran keuntungan macet hingga sekarang. "Kami kontak pelaku soal masalah ini, dia selalu mengelak. Alasannya lagi liburan di luar kota untuk mengembangkan usaha investasi ini (yang ternyata bodong)," papar Ugtri dan Nila.

Setelah kami menanyakan dan mencari tau kepada ibu ibu rumah tangga lainnya terang Ugtri, ternyata merekapun mengalami hal sama seperti kami. "Makanya hari ini kami melaporkan ke polisi untuk dapat menangkap Lena agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatan, Sebab, sudah banyak warga Batuaji menjadi korbannya," ucap mereka.

Kepala Sub Unit 1 Tipiter Polresta Barelang, Ipda Dodi Mansur membenarkan atas pelaporan warga korban penipuan atas investasi bodong tersebut. "Benar, saat ini sudah masuk tiga laporan pada kami terkait adanya pelaporan warga korban investasi bodong terhadap warga di Batuaji," kata Ipda Dodi.

Yang saat ini ujar Dodi, terkait kasus investasi bodong itu pihak penyidik sedang melakukan proses pemeriksaan, serta minta keterangan kepada para korban. (vnr).



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar