Tajuk

Merangkai Pulau di Kepri

Jembatan Batam-Bintan yang telah cukup lama menjadi wacana, diperkirakan akan dibangun pada 2019 mendatang. Hal itu disampaikan Gubernur Kepri seperti dilansir media di Kepri. Gubernur optimis, infrastruktur yang bisa menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan itu akan dikerjakan pada tahun depan karena sudah ada komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Jika pembangunan itu memang dilaksanakan, ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Kepri. Sebab, dipercaya, kalau jembatan itu ada, roda perekonomian daerah ini akan dapat berkembang pesat. Banyak dampak positif yang diperoleh. Yang pasti, mobilitas masyarakat dan seluruh penggerak ekonomi akan berputar cepat.

Semua tentu berharap, komitmen yang disampaikan itu benar-benar dapat terealisasi. Soalnya, jika menoleh ke belakang, wacana pembangunan jembatan yang memiliki panjang sekitar 7 km itu, sudah ada sejak era 2000-an. Kala itu seluruh perencanaan telah dibuat. Dan kabar itu pun sudah viral di tengah masyarakat Kepri. Namun faktanya, rencana itu belum juga terwujud. Kini, saat program pembangunan infrastruktur tengah digalakan, komitmen untuk membangun jembatan Batam-Bintan kembali diucapkan.

Disadari, untuk merealisasikan infrastuktur tersebut memang memakan anggaran yang sangat besar, lebih kurang sekitar Rp 7 triliun. Namun dalam perjalanan, ada penciutan yang sampai 50 persen dari anggaran awal. Ini terjadi berdasarkan desain terbaru yang diajukan dan teknologi yang dipakai. Ini sebuah gambaran yang hampir jelas. Dengan adanya program terbaru ini diharapkan jembatan ini betul-betul dapat dibangun tahun depan.

Keberadaan jembatan untuk mempercepat pembangunan di Kepri khusus di Batam dan Bintan sangat dibutuhkan. Selama ini mobilitas barang dan manusia dominan dilakukan dengan transportasi air. Hal ini bukan tanpa ada kendala, misalnya cuaca yang tidak baik dan pada malam hari. Jadi, jika jembatan tersebut bisa diwujudkan, maka, seluruh kegiatan dan aktifitas manusia dan barang dapat dilakukan setiap saat. Ini juga bisa menghemat biaya, waktu, dan tenaga.

Agar komitmen tersebut juga dapat direalisasikan, Pemerintah Provinsi Kepri diharapkan dapat mengawal rencana besar ini. Komunikasi positif dengan Pusat hendaknya ditingkatkan intensitasnya. Selain itu, segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan di lapangan, diharapkan dapat diselesaikan dengan baik, agar tidak ada kendala dalam pengerjaannya nanti.

Jembatan Batam-Bintan merupakan sebuah proyek besar yang tidak hanya mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, tapi juga sebuah rencana yang bisa menaikan martabat Bangsa. Semoga ini bisa terwujud. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar