Penipuan Puluhan Pencaker

Pelaku Blak-balakan Akui Perbuatannya

SAGULUNG (HK) -- Milda Sari (27), pelaku yang sukses menipu puluhan Pencari kerja (Pencaker) yang sering nongkrong di Mukakuning, mengakui perbuatannya. Pelaku bahkan mengaku menjanjikan pekerjaan kepada Pencaker di perusahaan manufaktur di Mukakuning.

Dipolsek Sagulung, perempuan yang berbadan gempal yang tinggal di Sagulung hanya bisa tertunduk malu, sembari memperhatikan satu persatu korbannya datang ke kantor Polsek. Bahkan pelaku terkesan banyak diam, ketimbang bicara.

Kapolsek Sagulung, AKP Dwihatmoko mengatakan bahwa korban yang melapor terus bertambah, dan hingga kini pihaknya sudah memeriksa 4 saksi yang juga korban dari pelaku.

Untuk menanggung perbuatannya, kata Dwihatmoko, sudah membekuk pelaku dari kampungnya. Bahkan kini pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Sagulung. "Pelaku sudah diamankan, barang buktinya yang diamankan berupa kwitansi ada 64 lembar," ucapnya.

Untuk itu, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara. Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat agar waspasa terhadap oknum-oknun yang menjanjikan bisa dipekerjakan di perusahaan dengan meminta imbalannya.

Apalagi, sasaran daripada pelaku adalah para pencari kerja yang sudah lama nganggur. Namun, saat uang sudah diterima, korban ditinggal begitu saja tanpa kepastian akan bekerja.

Masih di Polsek Sagulung, sejumlah korban yang merasa ditipu tersebut akhirnya berbondong-bondong mengadukan nasibnya mereka ke Polsek Sagulung. Salah satunya Agnes S, warga Kavling Sagulung yang dimintai Rp6 juta oleh pelaku.

Kepada korban dijanjikan bekerja di salah satu perusahaan Mukakuning. Namun setelah mendapatkan uang tersebut, pelaku pun tak bisa dihubungi. "Setelah beberapa hari, nomor saya diblokir," kata Agnes saat mengadu ke Polsek Sagulung, Selasa (4/12) siang.

Dia juga mengatakan, awalnya meminta tolong kepada kawannya yang bernama Raja untuk mencarikan pekerjaan. Oleh kawannya ini, ia pun dikenalkan ke pelaku dan mengajaknya untuk bertemu.

Saat itu, pelaku langsung meminta sejumlah uang, kemudian korban disuruh untuk menunggu selama seminggu lamanya. "Saya sudah lama tak kerja, makanya pas dijanjikan saya pun mau. Namun pelaku meminta imbalannya," jelasnya.

Karena sudah lama menunggu dan kabar tak kunjung jelas, ia pun melaporkan kasus itu ke Polsek. Selain dia, korban lainnya, Masnita Purba, Helmi, Weljulisyah, dan Inaya Mentari Putri juga melaporkan kasus yang sama. Dari keempat korban ini, pelaku meminta uang masing-masing Rp6 juta.

Keempat korban ini juga dijanjikan pekerjaan di perusahaan yang ada di Mukakuning. Namun sampai saat ini mereka belum juga bekerja hingga mereka nekat melaporkan kejadian ini ke polisi. Dari 69 korbannya, pelaku meminta uang jasa sebanyak Rp3,5 juta sampai Rp 6 juta. Dari hasil penipuan itu, pelaku berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 302,6 juta. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar