Juga Ada dari Kalangan ASN

Puluhan LGBT di Tpi Terinfeksi HIV/AIDS

TANJUNGPINANG (HK) - Sebanyak 20 kasus Lelaki Suka Lelaki (LSL) atau lazim disebut gay dari kelompok Lesbian, Gasy, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri dilaporkan positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Angka tersebut berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang selama tahun 2018 yang disampaikan pada Pembukaan Hari AIDS Sedunia Kota Tanjungpinang tahun 2018 di Halaman Stisipol Tanjungpinang, Selasa (4/12). Selain itu, dinas kesehatan juga menemukan beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif HIV/AIDS.

Kepala Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan terkait ASN positif HIV dirinya tidak mengetahui pasti jumlah berapa angkanya. Tetapi Rustam, memastikan ada yang positif dan datanya juga ada. Sedangkan LSL merupakan salah satu kelompok masyarakat rawan tertular HIV.

"ASN positif HIV ada, cuman sedikit, satu dua orang aja terjangkitnya. Mereka hanya terkena virus HHI," ucap Rustam usai acara tersebut.

Pihaknya mengetahui orang dengan HIV/AIDS (ODHA) setelah mereka melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan Kota Tanjungpinang yang hasilnya positif. Umumnya penularan virus itu melalui cairan kelamin serta darah.

Rustam kembali menyebutkan, ODHA ASN telah melakukan proses pengobatan selama ini dan mereka dinyatakan sehat. Sedangkan LGBT nya, menurut Rustam telah mengidap penyakit AIDS. "Ketahuannya ketika ada yang sakit dan melakukan pemeriksaan diri. Kalau yang sudah mengalami sakit berarti sudah pada tahap AIDS biasanya," terangnya.

Ia menambahkan, ODHA yang terjangkit HIV itu bisa jadi beberapa tahun lalu. Namun baru diketahui setelah diidentifikasi oleh tim kesehatan maupun tim pendamping. "Semua kelompok masyarakat itu ada bukan hanya ASN dan LGBT. Wartawan juga ada," ujarnya sembari menawarkan kepada awak media untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan yang dibuka pada acara pembukaan tersebut.

Dengan demikian, pihaknya mengajak peran seluruh elemen masyarakat agar menghindari perilaku hubungan bergonta-ganti pasangan, bertukar jarum suntik. "Untuk melakukan pencegahan tidak cukup dari Dinkes. Semua masyarakat harus punya peranan karena itu terjadi perilaku kita semua," imbaunya.

Dikesempatan itu juga, Dinkesdalduk KB Kota Tanjungpinang menyampaikan catatan selama tahun 2018 dilaporkan sebanyak 117 kasus HIV. Sementara 63 kasus diantaranya merupakan sudah stadium AIDS.

Rustam mengatakan kasus HIV yang baru yakni tahun 2018 di Kota Tanjungpinang masih cukup tinggi. Sedangkan total kasus HIV sejak tahun 2009 sebanyak 1.071 kasus dan 534 diantaranya ditemukan pada stadium AIDS. Sekurangnya 352 orang telah meninggal sejak tahun 2009, sedangkan pada 2018 ini ada 26 orang meninggal karena HIV/AIDS.

"Banyaknya kasus HIV yang ditemukan pada stadium AIDS membuat upaya untuk menekan angka kematian pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi tidak mudah. Padahal kita sudah bertekad semaksimal mungkin untuk mencegah kasus baru HIV dan kematian di kalangan ODHA ini," ungkap Rustam.

Dari catatannya setidaknya ada 10 dari 117 pengidap HIV tahun 2018 adalah dari kelompok usia 15-24 tahun. Sedangkan 102 dari kelompok usia 25-49 tahun dan 3 orang dari kelompok usia lebih 50 tahun. Untuk dibawah usia 4 tahun jumlah HIV positif yang ditemukan pada 2018 ada 2 anak.

"Biasanya positif pada anak ini merupakan penularan dari Ibu ke anak," tambahnya.

Dengan demikian, Rustam menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk mengakses layanan seawal mungkin agar diketahui statusnya positif atau negatif. Terutama bagi masyarakat yang sadar pernah memiliki riwayat perilaku beresiko.

"Dan bagi ibu yang sedang hamil, test HIV Ini sangat penting untuk memulai terapi ARV bila positif, agar bayi yang dilahirkannya nanti terhindar dari penularan HIV. Screening bisa dilakukan dipuskesmas-puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Tanjungpinang. Karena semakin banyak Ibu Hamil yang melakukan pemeriksaan, akan semakin cepat diketahui statusnya dan bisa cepat pencegahan yang dapat dilakukan," pungkasnya. (rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar