Batam

BPPIKHL Sukses Tekan Potensi Kebakaran

BATAM (HK) - Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wilayah Sumatera, Dr. Israr S.HUT M,sc mengatakan terbentuknya BPPIKHL telah berhasil mengurangi tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan khusus di wilayah Sumatera.

Dalam kurun waktu 2018 berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengendalian Karhutla. Sinergitas antar stakeholder yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB terus diintensifkan untuk menekan kejadian Karhutla di Indonesia.

"Data yang kita miliki, sebanyak 2.142 desa yang berada di wilayah Sumatera, berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Dan Alhamdulillah, berkat kerjasama Sinergitas antar stakeholder yang sangat baik, potensi tersebut bisa kita minimalisir," ungkapnya, dalam acara sosialisasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kota Batam, Rabu (5/12), di Hotel Nagoya Hill Batam.

Lanjutnya, berdasarkan data dari BMKG kemudian juga Bureau of Meteorologi Australia dan Jamstec Jepang, yang mana institusi ini memprediksikan akan terjadinya kemarau panjang atau Elnino di wilayah Indonesia, kisaran bulan Februari sampai Maret 2019.

Kondisi ini dikhawatirkan akan meningkatnya titik panas (hotspot), yang akan memicu kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Riau dan beberapa kota di Sumatera.

"Berdasarkan data dari sumber tersebut, Indonesia di tahun 2019 akan mengalami fenomena alam yakni Elnino. Fenomena ini sangat jarang sekali terjadi di wilayah kita, biasanya 10 tahun sekali dan dalam skala yang kecil. Untuk itu kita harus tetap mengantisipasinya dengan cara melakukan patroli bersama-sama, menjaga hutan dan lahan di wilayah kita," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Drs Azman MP mengatakan, selama ini pihaknya bersama Direktorat Pengamanan BP Batam telah bekerjasama dengan Manggala Agni dalam mengatasi kebakaran yang terjadi di Kota Batam.

Walaupun dengan keterbatasan peralatan dan personil yang dimilikinya, tidak menyurutkan semangat timnya untuk bekerja jika terjadi kebakaran.

Menurut Azman, saat ini total keseluruhan jumlah personel pemadam kebakaran yang ada di Batam berjumlah 230 personel. Dengan rincian 90 orang dari Pemko Batam dan 140 orang dari BP Batam dibawah Subdit Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

"Idealnya personel pemadam kebakaran di Batam berjumlah 700 personel dengan jumlah pos sebanyak 32 pos. Karena keterbatasan dana dari Pemerintah Kota Batam, pelan tapi pasti kita akan memenuhi target tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Daerah Operasional Batam Manggala Agni, Ihsan Abdillah mengatakan wilayah kerjanya di pulau Batam ini seluas 100 hektare, termasuk juga mencapai wilayah Tanjungpinang. Dengan jumlah personel 15 orang, dia optimis dengan kerjasama yang baik ini dan saling melengkapi, Insya Allah kita bisa menanggulanginya.

"Dengan motto Pantang Pulang Sebelum Padam, Manggala Agni Batam siap mengamankan Kota Batam dari bahaya Karhutla," pungkasnya. (cw62)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar