Tanjung Pinang

Tanjungpinang Terbaik Kendalikan Inflasi

Walikota Tanjungpinang Syahrul menerima penghargaan Stakeholder Award dari Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau dengan kategori TPID terbaik Se-Kepri.

TANJUNGPINANG (HK) - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang meraih prestasi dan penghargaan Stakeholder Award dari Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau dengan kategori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik Se-Kepri untuk Kota Sampel Perhitungan Inflasi yang diterima langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Syahrul di Grand Ballroom Hotel Radisson, Batam, Selasa (4/12) kemarin.

Tanjungpinang memperoleh penghargaan tersebut dengan kriteria rapat koordinasi capaian inflasi, kegiatan intervensi harga, komunikasi/ekspektasi inflasi, rapat yang dipimpin oleh Ketua TPID dan implementasi kerjasama antar daerah. Penghargaan ini diberikan disejalankan dengan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau dengan tema "Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan".

Syahrul mengatakan ia sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diperoleh Kota Tanjungpinang sebagai TPID terbaik Se-Kepri.

"Ini adalah prestasi kita semua, prestasi TPID yang telah bekerja keras untuk menekan angka inflasi yang selalu berada diposisi stabil se-Kepri. Semoga kita bisa kembali mempertahankan dan konsisten dalam melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," ungkap Syahrul.

Selama ini menurut Syahrul, angka inflasi di Kota Tanjungpinang sangat membanggakan dan selalu dibawah angka inflasi Kota Batam bahkan Nasional. Berdadarkan hasil rapat TPID awal November lalu, perkembangan inflasi di Kota Tanjungpinang pada bulan Oktober, mengalami inflasi sebesar 0,29 persen di banding Batam 0,13 persen dan Nasional 0,28 persen, tetapi jika di lihat dari Januari hingga Oktober 2018 ini inflasi Kota Tanjungpinang masih di bawah Batam dan Nasional sebesar 1.61 persen.

Syahrul juga berterima kasih kepada seluruh TPID yang telah solid dalam mempertahankan angka inflasi yang selalu stabil dan terus membaik.

"Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim TPID beserta seluruh stakeholder yang tergabung dalam mempertahankan angka inflasi Kota Tanjungpinang pada posisi stabil dan aman. Untuk itu, kita harus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan lain sebagainya di Kota Tanjungpinang," ungkap Syahrul.

Dalam laporan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi secara global tidak merata dan penuh ketidakpastian. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2019 mendatang. Setidaknya, Raizal mengatakan ada 3 hal penting yang harus dicermati dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 diperkirakan 3,73 persen kemungkinan akan melandai ke 3,70 persen di 2019. Kedua, kenaikan suku bunga bank sentral akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Eropa dan beberapa negara maju lainnya dan ketiga, ketidakpastian dipasaran keuangan global mendorong tingginya premi resiko investasi di negara Energinya Market termasuk Indonesia," ungkap Raizal.

Ditengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja perekonomian Indonesia pada 2018 ini cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga dan momentum pertumbuhan yang berlanjut. Raizal juga mengatakan inflasi sepanjang 2018 tetap rendah dan karenanya mendukung peningkatan daya beli masyarakat.

"Kedepan, prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan dan stabilnya nilai tukar rupiah," tutupnya. (rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar