Tidak Ada Pelamar CPNS Pemko Memenuhi Syarat

Kembali Usulkan 29 Formasi CPNS yang Kosong

Sejumlah peserta dan keluarga melihat langsung hasil tes SKD yang keluar dari monitor yang telah disiapkan panitia, di CK Hotel Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG (HK)- Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang  mengusulkan kembali 29 formasi yang tidak ada pelamar atau tidak memenuhi syarat sesuai Permenpan RB No 61 Tahun 2018 dalam penerimaan CPNS tahun 2018.

Usulan itu kembali diajukan ke Kementerian Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono yang menyampaikan terkait adanya kekosongan 29 jabatan formasi di tiga kategori penerimaan CPNS Tanjungpinang tahun 2018 ini. Diantaranya, tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

"Diketahui, kekosongan itu disebabkan tidak adanya pendaftar atau pelamar serta 11 peserta CPNS Tanjungpinang 2018 tidak memenuhi syarat nilai minimal (passing grade) yang ditetapkan Panselnas. Permohonan formasi itu untuk memenuhi kuota CPNS Tanjungpinang 2018 sebanyak 237," kata Riono, kemarin.  

Sebelumnya diusulkan ke KemenPAN-RB, Riono menyebut, dirinya akan berkoordinasikan terlebih dahulu kepada dinas terkait Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang. Akan seperti bentuk teknis pengusulan  tersebut.

"Mengenai diterima atau tidaknya usulan itu, nantinya tergantung keputusan KemenPAN-RB. Saya akan panggil BKPSDM bisa atau tidak. Yang penting kita usaha," pungkasnya. Sementara itu, BKPSDM Kota Tanjungpinang telah mengumumkan jadwal Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang akan digelar di Kota Batam.

Sebanyak 359 pelamar CPNS yang akan mengikuti tahap selanjutnya yakni SKB, dengan rincian 355 pelamar umum dan 4 pelamar lulusan terbaik. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS.

"Jadwal tes SKB CPNS Tanjungpinang dilakukan hari Senin dan Selasa (10-11/2018) pekan depan di Gedung LAM Kota Batam. Pelaksanaan tes SKB dibagi menjadi 4 sesi atau kelas dengan jumlah tiap sesi/kelas sebanyak 80 orang," jelasnya.

Sesi pertama akan dilaksanakan sebanyak 67 orang, pada Senin (10/12). Sesi selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (11/12).

Setiap sesinya mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Kemudian Tes SKB selama 90 menit. Peserta diwajibkan hadir 90 menit sebelum pelaksanaan SKB berlangsung, untuk melaksanakan registrasi.

"Dari jumlah total formasi sebanyak 237 formasi yang terdiri dari tenaga guru dibutuhkan sebanyak 164 formasi, tenaga kesahatan 56 formasi. Sedangkan tenaga teknis 17 formasi. Ada sebanyak 29 formasi yang tidak ada pelamar atau tidak memenuhi syarat," ujarnya.

Dengan rincian, tiga formasi untuk lulusan terbaik atau (cumlaude), dua formasi untuk penyandang disabilitas sisanya formasi umum. Kemudian, dari 29 formasi tersebut, formasi tenaga kesehatan tiga, formasi tenaga teknis 1 dan sisanya formasi tenaga pendidikan atau guru.

Terkait formasi yang kosong tersebut pihaknya menunggu kebijakan Panselnas. Karena kata Tengku, formasi yang tidak terisi tersebut sangat dibutuhkan oleh Pemko Tanjungpinang. "Kita menunggu kebijakan Panselnas, kebijakan apa yang akan diambil kita lihat saja nanti, namun bila tetap kosong, tentunya tahun depan kita coba usulkan kembali," terangnya. (rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar