Lingga

7 Desa Bebas Blank Spot Tahun 2019

LINGGA (HK)- Permasalahan komunikasi di wilayah sejumlah desa di Kabupaten Lingga segera terjawab. Masalah yang kerap dikeluhkan akibat minimnya fasilitas pendukung utama yakni Base Tranceiver Stasion(BTS) yang belum menyeluruh dapat direalisasikan dengan pembangunan tower mini.

Jaringan komunikasi naik turun bahkan ada area yang tidak terjangkau jaringan atau Blank Spot seperti Desa Pekajang, Kudung, Teluk, Belungkur, Mentuda, Resang dan Batu Belubang. Desa-desa berikut menjadi prioritas akhir tahun demi percepatan pembangunan.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar S.Sos pada pesan singkat mengatakan sejumlah titik lokasi, pembangunan sudah berjalan 70 persen seperti di Desa Kudung, Teluk, Masih dan Belungkur.

Untuk Desa Resang, Batu Bisa dan Pekajang sudah mulai membangun pondasi awal dan pagar tower. Ditargetkan akhir Desember ini pembangunan sudah selesai. "Mudah-mudahan akhir tahun ini, atau awal 2019, masalah sulitnya komunikasi di desa-desa tersebut dapat terjawab," ucap Nizar, Rabu (5/12).

Mengenai rencana pembangunan Base Transceiver Station (BTS) atau tower setinggi 72 meter di Desa Kudung, sepertinya belum bisa terealisasi. Hal ini dikarenakan masih ada lokasi Blank Spot.

Maka dari itu, pemerintah mengusahakan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI untuk bantuan tower mini, agar dapat terealisasi segara demi menjawab masalah komunikasi yang ada di tengah masyarakat. "Alhamdulillah dalam progres pembangunan untuk 7 titik lokasi dengan tower mini sedang berjalan," kata dia.

Untuk case tower mini ini, signal tahap ini masih seputaran GSM saja yang berfungsi untuk telpon dan SMS. Tetapi dengan radius dapat mengakomodir satu desa.

Namun untuk tarif, biaya penggunaan tower mini agak sedikit mahal dibandingkan tower biasanya. Sebagai contoh, penggunaan signal tower mini untuk kebutuhan permenit bisa mencapai Rp700. Sedangkan pada tower besar, biaya sedikit murah hanya berkisar Rp100.

"Penggunaannya bisa nelpon dan SMS seperti biasanya. seperti pada handphone umumnya. Tidak ada kendala," ucap dia.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Lingga juga tengah membangun tower besar di beberapa lokasi seperti Desa Linau, Bakong, Cukas, Sungai Harapan di Kampung Panggak. Untuk di Kecamatan Temiang Pesisir, dilakukan peninggakatan signal ke 4G.

Untuk di Desa Sungai Pinang, Nizar mengatakan akan diupayakan secepatnya peningkatan kualitas signal ke 3G/4G. "Kalau ada pengusulan, nanti insyaallah diperjuangkan. 1 tahun, mudah-mudahan di Sungai Pinang bisa hadir. Saya lagi minta ke Infokom agar mengupayakan usulan itu," terang dia. (jfr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar