Mengenali Karakteristik Pecandu

Hery Purwanto, S.Kom, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Tpi

Hery Purwanto, S.Kom, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Tpi

Siapa sangka Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemko Tanjungpinang kelahiran, Ranai 4 Januari 1975 yang besar di Kota Tanjungpinang ini, sejak tahun 2012 silam memutuskan untuk bergabung dalam lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang.

Bertugas sebagai anggota BNN, banyak hal baru yang didapatkannya. Saat ini menjabat sebagai Kapala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, membuat seorang bapak tiga anak ini belajar mengenali karakteristik pecandu narkoba.

Terkait karakteristik pecandu narkoba, apa pun jenis narkoba yang digunakan, kita bisa mengenali ciri-ciri secara umum pengguna narkoba.

Rata-rata pengguna memiliki antisosial yang tinggi. Perubahan perilaku yang drastis, mudah cemas dan gelisah, emosional dan lainnya. Kalau untuk fisiknya, kulit kering, perubahan pupil. Wajah yang tidak segar dan pelupa.

Lima tahun di BNN, Hery juga banyak mengetahui, hingga saat ini tidak hanya orang-orang berduit atau kalangan atas (elit) saja yang kerap terlibat narkoba. Namun faktanya, narkoba juga sudah masuk hingga ke kalangan bawah, sampai-sampai bukan hanya orang dewasa tapi juga sudah merusak generasi muda.

"Tragisnya lagi, sempat ditemukan siswa SD juga positif menggunakan zat-zat adiktif," ujarnya.

Berbicara tentang memberantas narkoba, kata Hery tidak bisa hanya BNN berjalan sendiri. Namun sangat perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam program-program BNN.

"Tujuannya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas Narkoba khususnya di Kota Tanjungpinang, serta menciptakan masyarakat yang berwawasan anti narkoba, lingkungan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkoba," kata Hery.

Memang tidak mudah menghadapi pengguna narkoba. Mereka tidak bisa sembuh sendiri. Mereka harus diobati secara medis dan direhabilitasi.

Cakupan kerja penggiat antinarkoba luas, tidak hanya sebatas memengenali penyalahguna narkoba dan menyarankan untuk direhabilitasi saja, tetapi penggiat juga dapat membantu menekan laju prevalensi dengan memberikan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungannya, keluarga dan teman-teman.

"Saya yakin, masyarakat akan mendukung program pemerintah dengan tidak memenjarakan para penyalahguna ini, melainkan direhabilitasi agar pulih. Hal ini tidak akan bisa terjadi, tanpa dukungan dari masyarakat untuk pro aktif melapor ke BNN," tutupnya.(rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar