Tak Ada Plan Proyek dan Dibiarkan Terbengkalai

Proyek Drainase Terkesan Abal-abal

Proyek pemasangan box culvert atau disebut saluran drainase air di jalan sepanjang kurang lebih 200 meter, tepatnya di depan Gedung Olah Raga (GOR) Batuaji, terkesan abal-abal dan asal jadi.

BATUAJI (HK) -- Proyek pemasangan box culvert atau disebut saluran drainase air di jalan sepanjang kurang lebih 200 meter,  tepatnya di depan Gedung Olah Raga (GOR) Batuaji, terkesan abal-abal dan asal jadi.

Dari data yang dihimpun di lapangan, selain terkesan abal-abal, keberadaan proyek Pemerintah di bawa naungan Dinas Bina Marga Kota Batam tersebit seolah-olah tanpa memikirkan efeknya. Dimana proyek tersebut dibiarkan mangkrak hingga hitungan bulan.  seperti pengguna jalan. Karna hingga sampai saat ini proyek tersebut terbengkalai alias abal-abal.

Hal tersebut dibuktikan dengan sebagain galian saluran drainase yang sudah dipasang box culvert, sementara sebagain lagi belum dipasang. Diketahui juga bahwa proyek tersebut sudah dimulai pada awal November 2018 lalu, namun hingga kini belum tuntas.

"Bahkan terpantau kondisinya tak simetris dengan box culvertnya, banyak yang rusak namun dipaksakan," ungkap salah seorang warga sekitar, yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Kecurigaan tersebut juga mulai terkuak karena tidak adanya papan plang pengerjaan dilokasi untuk mengetahui sebagai informasi kepada masyarakat darimana sebenarnya asal dana pembangunan tersebut.

Pembangunan proyek itu pun menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan masyarakat. Masyarakat pun menduga bahwa proyek itu merupakan proyek siluman yang hanya menghabiskan anggaran yang tak terpakai. Selain itu juga, dilokasi pun tak terlihat lagi ada pekerjaan. Hanya saja pekerja dari Bright PLN Batam yang memperbaiki kabel akibat galian dari pekerja proyek tersebut.

Aziz, warga Batuaji yang kebetulan lewat mengatakan, jika pembangunan ini sudah lama mangkrak. Akibatnya lalu lintas agak terganggu disebabkan karna bila hujan turun sudah mengalami kebanjiran. Jika musim kemarau, debunya malah berterbangan.

"Kalo tak salah, pembangunan ini dimulai pada awal bulan November 2018 lalu. Tapi kok malah dibiarkan begitu saja. Kenapa tak dilanjutin pembangunanya," terangnya.

Warga Batuaji itu juga meminta dan mengharapkan agar proyek tersebut diselesaikan kembali. Pasalnya jalan pemutaran didepan GOR Batuaji ini langganan macet dan banjir saat hujan deras turun. "Jadi, kalau proyeknya seperti itu tidak dikerjakan lagi pasti tak akan bertahan lama, akibat kikisan air hujan," katanya lagi.

"Jika seperti ini, kesannya kayak asal jadi saja," kata Rio, warga Batuaji lainnya.

Saat ditemui dilokasi, salah satu pekerja dari Bright PLN Batam mengatakan, bahwa mereka disuruh pihak PLN Batam untuk mengerjakan galian yang dikerjakan kontraktor proyek untuk kembali memasukkan kabel ke bawah tanah ini. "Kami hanya mengerjakan untuk memasukkkan kabel ke bawah tanah ini. Kalo masalah proyek ini kami tak tahu menahu. Soalnya saat kami kesini sudah begini kondisinya dan tak ada lagi pekerjanya," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Yumasnur saat dikonfirmasi mengenai proyek tersebut mengatakan, kalau proyek itu bukan pekerjaan Bina Marga. "Proyei itu bukan proyek dari Bina Marga," kata saat itu. Ketika ditanya siapa pemilik proyek tersebut, Yumasnur pun mengatakan, akan melakukan pengecekan dulu. "Akan saya cek dulu ya," ujarnya singkat. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar