3 Penadah Diamankan

Pembobol Kantor Meteorologi Didor

Pembobol Kantor UPTD Meteorologi Batam, E dirawat di RS Bhayangkara Polda Kepri setelah ditembak saat melawan petugas ketika diringkus.

BATAM (HK) Tersangka E, otak pelaku pembobolan di Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Meteorologi Batam terpaksa ditembak polisi saat saat melawan petugas, Kamis (3/1) malam, di Ruli Mukakuning.

Selain pelaku, Tim Macan Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Unit Reskrim Polsek Batam Kota juga menangkap ketiga penadah barang curian tersebut. Mereka berinisial J, F, serta G, di Kawasan Perumnas Sagulung, Kamis (3/1) siang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, yang turun langsung memimpin penangkapan mengatakan, setelah penyidik menerima laporan dari pegawai dinas yang bersangkutan, tim buser lansung bergerak. "Pertama yang ditangkap itu ketiga penadah. Kemudian setelah dikembangkan, Tim Macan menangkap si otak pelaku, yang bersembunyi di kawasan rumah liar (Ruli), Mukakuning," kata AKP Andri, Jumat (4/1).

Saat penangkapan tersangka E, terang Andri, ia berusaha melawan petugas, sehingga kita berikan tembak peringatan ke udara, hingga tiga kali. Pelaku E itu masih tetap melawan. "Namun, bukannya si E menyerahkan. Tetapi malah melawan, maupun melempar petugas dengan kursi kayu. Bahkan, pelaku berusaha merebut pistol dari tangan petugas," ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang ini.

Saat pergumulan itulah, imbuhnya, petugas melepaskan tembakan kepada pelaku hingga tembus dari lengan dan masuk ke badannya. "Akibat perlawanan tersangka E, Kanit Buser, Ipda Haris Baltasar Nasution mengalami luka di pergelangan tangan kanan dan kakinya," ungkap Kasat Reskrim.

Setelah mendapat tembakan, tambah Andri, akhirnya pelaku bisa dilumpuhkan, kemudian E dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan medis. "Saat ini pelaku masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Sedangkan ketiga penadah sudah kita limpahkan ke Polsek Batam Kota untuk dapat ditindaklanjuti," papar AKP Andri.

Dijelaskan, pembobolan diketahui saat salah satu pegawai masuk kerja setelah libur tahun baru. Begitu masuk, didapati pintu belakang,  ruang rapat terbuka serta gemboknya rusak. "Setelah diperiksa diketahui satu Neraca Tera E kuningan seberat 1 gram serta Neraca Tera A kuningan seberat 75 kilogram telah tak ada. Neraca Tera itu, berfungsi untuk pengukuran dalam bidang metrologi, harganya tidak murah," paparnya.

Selain itu, sebut Andri, satu unit TV LED serta laptop juga raib. "Akibatnya, UPTD Metrologi Batam mengalami kerugian dengan totalnya berkisar Rp253 juta," pungkas Andri. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar