Wanita Tewas Membusuk di Kamar Kosan

Dokter Forensik Autopsi Mayat Dewi

Suasana di kamar jenazah RSUD Ahmad Thabib Tanjungpinang usai dokter ferensik Polda Kepri melakukan autopsi terhadap mayat Budi Suryani alias Dewi (36).

TANJUNGPINANG (HK)- Dokter Forensik Polda Kepri melakukan autopsi terhadap mayat Budi Suryani alias Dewi (36), wanita paruh baya ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar 105 lantai satu kos-kosan bekas Hotel Sadap, kawasan tepi laut, Tanjungpinang, Minggu (6/1) lalu.

Autopsi berlangsung di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Selasa (8/1).

Usai melakukan autopsi, Dokter Forensik dari Kedokteran Polisi (Dokpol) Polda Kepri, Iptu Leonardo menyatakan, bahwa secara umum pada bagian luar mau pun bagian dalam pada tubuh mayat tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, baik disebabkan benda tumpul maupun benda jenis benda tajam lainnya.
 
"Semua bagian tubuh sudah membusuk. Tidak ada bekas benda tumpul mau pun benda tajam pada bagian tubuh korban, baik dalam bentuk luka atau patah tulang. Semua masih terlihat normal, namun sudah membusuk," kata Leo.

Kendati demikian, lanjutnya, untuk lebih memastikan dan memperjelas penyebab kematian korban, maka pihaknya perlu melakukan pengambilan sampel pada beberapa bagian dalam tubuh korban yang sudah membusuk tersebut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut ke Laboratorium Forensik di Medan atau Jakarta.

"Diharapkan dari bagian dalam tubuh mayat tersebut, masih bisa dikenali dan ditemukan apa penyebab kematiannya. Hasilnya baru dapat disimpulkan apa penyebab lebih jelas lagi," ujar Leo.

Menjawab pertanyaan wartawan tetang berapa lama mayat korban tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk saat itu, Leo menyebutkan jika dilihat dari kondisi mayatnya diperkirakan sudah sekitar 3 hingga 5 hari sebelumnya. "Jika dilihat dari kondisi mayat tersebut, diperkirakan sudah meninggal sekitar 3 hingga 5 hari sebelumnya," kata Leo.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menyebutkan, pelaksanaan autopsi mayat korban tersebut agar lebih memaksimalkan proses penyelidikan penyebab kematian korban.

"Karena saat ditemukan, korban dalam kamar kondisi terkunci. Disamping itu juga minimnya saksi, sehingga penyelidikan terkesan masih minim untuk pembuktian. Saksi yang kita dapat hanya 2 orang, yakni yang pertama mencium bau busuk dan pemilik kosan tesebut," tutur Efendri Ali.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim ini juga menyebutkan, bahwa pelaksanaan autopsi setelah adanya persetejuan dari pihak keluarga korban yang saat ini berada di daerah Purworejo, Jawa Tengah. "Pihak keluarga korban, sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Ditanya apakah ada petunjuk lain, tentah kamatian wanita pekerja swasta tersebut, Efendri Ali menyebutkan, dari hasil penyelidikan dan pengecekan pada handpone milik korban tidak adanya panggilan atau pesan masuk dan keluar, sebelum ditemukan meninggal.

"Kita sudah cek handpone korban, bersih tidak ada panggilan masuk dan keluar yang baru, Untuk tidak berlarut-larut proses penyelidikan ini, maka perlu kita lakukan autopsi," ungkapnya.

Sebegaimana diberitakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Agus, penjaga kosan yang curiga adanya aroma tidak sedap yang bersumber dari kamar kosan tempat kejadian perkara (TKP).

Kecurigaan Agus itu disampaikannya kepada Ahdarma, pemilik kosan, sebelum akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Tanjungpinang Kota. Berselang beberapa menit kemudian, polisi datang ke TKP, kemudian mendobrak pintu kamar kosan tersebut dan mendapati kondisi tubuh korban dalam kamar mandi yang sudah membusuk, tanpa mengenakan busana.

Terhadap hal tersebut, polisi lalu membawa jasad korban ke kamar mayat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang guna melakukan visum. Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda lain di tubuh korban, melainkan hanya terdapat lebam mayat.

Selain itu, polisi juga melakukan olah TKP dan menemukan jenis obat-obatan yang ditemui dalam kamar kosan korban saat itu, yakni jenis obat Beta-F yang diduga berfungsi untuk mengatasi nyeri, termasuk jenis obat Enturnas FORTE, berfungsi sebagai obat batuk, flu dan demam, juga jenis obat Lambucid, berfungsi sebagai obat mag atau nyeri lambung.

Berdarkan sejumlah barang bukti jenis obat-obatan tersebut, kuat dugaan polisi bahwa korban meninggal akibat sakit yang dideritanya selama ini.(nel)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar