Diculik dan Disekap di Hotel Bali, Dituduh Melarikan Istri orang

Mantan Pemain Bola Nyaris Tewas Dianiaya

Ketua Gema Minang Batam Antoni Lendra alias Boni mengunjungi korban penganiayaan di rumah sakit Harapan Bunda.

BATAM (HK) - Ali Syofnevil (50), mengaku diculik dan dianiaya empat pria yang tergabung dalam salah satu Ormas Kepemudaan di Batam, hingga babak belur dan nyaris tewas di Hotel Bali Nagoya, Minggu (6/1) pagi.

Saat diculik, mantan pemain sepak bola dari Club PSP Padang ini dibawa menggunakan mobil pickup. Kedua tangan dan kakinya diikat menggunakan tali. Sedangkan lehernya diikat menggunakan ikat pinggang. "Kepala saya dilangkahi seperti binatang. Saya ditendang dan disuruh makan api rokok," kata Ali saat ditemui di Rumah Sakit Harapan Bunda, Seraya Bawah, Selasa (8/1) siang.

Ali juga mengaku setelah disekap ia dibawa ke tempat sepi di kawasan Tanjungriau, kemudian ke Seitemiang.  Selama dalam perjalanan, ia terus mengalami berbagai penyiksaan.  Ia dituduh telah melarikan istri orang. Padahal ceritanya tidak demikian.

"Saya baru seminggu di Batam. Istri dan anak ada, buat apa saya melarikan istri orang yang tak dikenal," tutur Ali.

Ali juga mengungkapkan saat penyekapan itu pelaku sempat melakukan video call dengan istri Ali dan meminta uang tebusan sebesar Rp 30 juta. "Pelaku minta uang damai Rp 30 juta. Namun keluarga saya tak memberikannya. Kemudian jumlah uang damai dinaikkan jadi Rp 50 juta, dengan alasan lainnya," ucapnya.

Karena tak memberikan uang damai, Ali pun kembali disiksa pelaku hingga pukul 05.00 WIB sore. Kemaluannya disulut dengan api rokok, dibakar dengan korek api gas dan disetrum, dengan mata tertutup. Setelah mereka puas, tuturnya, Ali disuruh mengenakan celana dan diminta, menghubungi keluarganya dengan uang tebusan.

Pantauan di RSHB, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka-luka di bagian kepala, telinga dan kemaluan. Total jahitan luka di kepala korban kurang lebih 24 jahitan. Bahkan, luka di kepala juga sudah sampai mengenai tengkorak kepala. Pembuluh darah di bawah selaput mata Ali tampak mengalami pendarahan.

Hingga kini, Ali masih terbaring di Rumah Sakit Harapan Bunda. " Bang Ali masih dibantu dengan selang oksigen untuk bernafas. Serta susah untuk menelan makanan, sebab tulang rahangnya retak," kata Ketua Gema Minang, Antoni Lendra, alias Boni saat membesuk korban.

Menurut Boni, saat itu, korban memang bertemu perempuan. Namun dia tak mengenal perempuan (istri), yang dimaksud pelaku. Ali hanya kasihan melihat perempuan tersebut dan bermaksud menolong, karena kondisinya sedang sakau. "Bang Ali menolong perempuan itu dari pada diapa-apain orang lain. Karena kondisi perempuan itu sedang sakau," ujarnya.

Ali sempat membawa perempuan tersebut ke Ocarina untuk menenangkannya. "Di sana, Bang Ali sempat membelikan perempuan itu semangkok bakso. Ketika ingin mengantar pulang, si perempuan tak mau menyebutkan alamatnya dan mengatakan ingin pulang ke Medan," terang Boni.

Karena hari telah larut malam, imbuhnya, Bang Ali berinisiatif menitipkan perempuan tersebut ke Hotel Bali, dan diapun pulang. "Saat di Hotel Bali, perempuan yang sedang sakau itu sempat meminta sabu ke receptionist. Namun, pihak receptionist tak bisa memberikannya," jelas Ketua Gema Minang Batam ini.

 Pukul 10 pagi, ucapnya, Bang Ali datang lagi ke Hotel Bali, untuk mengambil SIM-nya yang ditinggalkan di receptionist, sebagai jaminan. "Saat itulah proses penyekapan terjadi. Bang Ali dituduh telah membawa kabur istri orang dan dikeroyok beramai-ramai," papar Boni.

Bang Ali sempat dikeroyok ketiga anggota Ormas itu dan mencoba melarikan diri, namun nahas Ali terpeleset.

"Bang Ali terjatuh, sehingga kelompok Ormas berhasil menangkapnya, serta meneriakinya maling. Kemudian, setelah ditangkap Bang Ali dimasukkan ke dalam mobil, serta di bawa ke Tanjungriau dengan kondisi tubuh lebam serta kaki tangan terikat," imbuhnya.

Tangkap Pelaku

Beberapa jam setelah kejadian, Polsek Lubuk Baja berhasil menangkap tiga pelaku. Masing-masing berinisial DJD, MI dan ERS. Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yunita Stevani mengatakan, pelaku kini diamankan di Polsek Lubuk Baja untuk dimintai keterangan. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan istri korban. (vnr/cw64)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar