Tiga Pelaku Pengeroyokan di Hotel Bali Dipindahkan

Kasus Penculikan Ali Dilimpahkan ke Polresta

Sejumlah tokoh pemuda Gema Minang turun langsung ke Mapolsek Lubukbaja, mengawal kasus penculikan terhadap Ali.

BATAM (HK) - Kasus kriminal penculikan serta penganiayan sadis terhadap Ali Syofnevil (50) seorang mantan pemain sepak bola dari Club PSP Padang, Sumatera Barat, dilimpahkan ke Polresta Barelang, untuk penanganannya.

Dengan demikian, ketiga pelaku kriminalitas yang sudah diamankan Polsek Lubukbaja, M Irfan, Egi Romana, dan David Joy, sekarang ini telah dititipkan sel tahanan Polresta Barelang guna ditindaklanjuti, Rabu (9/1) siang.

Sementara itu untuk korban Ali saat ini masih mendapatkan perawatan secara intensif oleh dokter, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK). Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani mengatakan, terkait hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, ternyata ada empat pelaku melakukan penculikkan, serta penganiayaan terhadap korban Ali Syofnevil di Hotel Bali.

"Ada empat orang pelaku yang terlibat dalam aksi penculikan serta penyeroyokan terhadap seorang pria bernama Ali Syofnevil. Tapi baru 3 orang diantaranya sudah kita tangkap. Satu pelaku lainya berinisial B masih diburu (DPO). Kasus inipun, masih terus kami dalami," kata Kompol Yunita Stevani.

Kata Yunita, hingga kini pihaknya itu tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah diketahui. "Otak pelaku sendiri (David) sudah ditangkap. Sementara yang lainnya mendapat perintah dari David, karena dia merupakan ketua dari perkumpulan mereka," jelas Kompol Yunita.

Instruksi dipimpinan, imbuhnya, penanganan kasus ini, akan diambil alih Polresta Barelang, maka untuk ketiga pelaku kita serahkan pula ke penyidik Polresta Barelang. "Ini merupakan perintah dari pak Kapolresta, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan," ungkap Kapolsek Lubukbaja.

Diterangkan Yunita, di pihak keluarga korban meminta, agar polisi menangkap satu pelaku lainnya, secepat mungkin. "Saat ini tengah kita upayakan. Namun pihak keluarga harus bersabar. Prosesnya itu masih kita tangani," pungkasnya.

Ketua Gema Minang Batam, Antoni Lendra mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah Pemuda Minang Kota Batam, ada 5 tuntutan yang sudah disampaikan ke pihak kepolisian, untuk segera melakukan sebuah penindakan hukum kepada para tersangka.

"Pertama, Gema Minang meminta melakukan proses hukum yang seberat-beratnya. Kedua, Gema Minang akan mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas serta akan membetuk tim untuk garis koordinasi," tegas Antoni alias Boni.

Ketiga, lanjut Boni, karena pelaku membawa nama organisasi IPK Batam dan kami (Gema Minang), meminta pimpinan yang diatasnya, menentukan sikap dalam jangka waktu 1 kali 24 jam. Keempat Gema Minang menghimbau yang tergabung didalam organisasi IPK untuk segera mundur dari IPK.

"Kelima, berhubung salah satu pelaku belum ada ditangkap, maka Gema Minang meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku tersebut. Bahkan, Gema Minang Batam bersedia membantu aparatur kepolisian untuk menangkap pelaku," tandas Antoni Lendra. (vnr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar