Tajuk

Harus Tetap Kondusif

Penunjukan Edy Putra Irawady sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP) Batam menggantikan Lukita Dinarsyah Tuwo, memang mengejutkan banyak pihak di Batam, terutama kalangan pengusaha. Soalnya, hal itu terjadi di tengah hebohnya berita akan menjadikan walikota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Kawasan. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh banyak media di Batam, penetapan Kepala BP Kawasan Sementara itu, merupakan persiapan sebelum wali kota menjabat Kepala BP Kawasan ex-officio, seperti keputusan rapat terbatas kabinet di Jakarta akhir tahun lalu.

Keputusan yang keluar di awal 2019 ini telah mengundang berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Namun, jika memang dilakukan untuk persiapan walikota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Batam, rasanya juga tidak ada persoalan. Intinya, terjadinya pergantian itu, diharapkan tidak memberi efek buruk terhadap dunia investasi di Batam. Namun sebaliknya. Diharapkan hal itu bisa menjadikan Batam makin baik.

Diakui, pergantian yang terkesan mendadak itu memang membuat banyak kalangan bingung. Apa sebenarnya yang terjadi di Batam saat ini? Di tengah upaya untuk membangkitkan ekonomi kawasan ini, ada keputusan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Namun, setelah mendengar berbagai argumen yang disampaikan, sebagian mulai mengedepankan pikiran positif. Apapun keputusan yang dikeluarkan itu, memang ditujukan untuk kebaikan daerah ini kedepan.

Diketahui, Batam merupakan kawasan industri, perdagangan, alih kapal, dan pariwisata yang diharapkan menjadi salah satu daerah yang bisa memberi kontribusi besar terhadap negara. Karena itu, kawasan ini benar-benar mendapat perhatian serius. Seluruh kebijakan dan keputusan yang dikeluarkan, harus pro investasi. Hal ini sesuai dengan konsep awal membuka Batam sebagai kawasan industri.

Apapun kebijakan yang dikeluarkan untuk daerah ini, kekondusifan Batam harus dapat terjaga dengan baik. Soalnya, kini Batam tidak lagi kawasan yang menjadi tujuan utama investasi di kawasan Asean khususnya. Sebab, banyak kawasan di negara lain yang dibuat seperti Batam. Karena itu, daerah ini harus dijaga dengan baik. Tetap dijaga segala hal yang membuat nyaman kalangan investor dan dunia pariwisata. **



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar