Desa Panggak Darat Maksimalkan Program Cetak Sawah

Dua Kali Hasil Panen Padi

Program cetak sawah di Desa Panggak Darat sudah menuai dua kali hasil panen padi di Kabupaten Lingga.

LINGGA (HK)- Walaupun dengan kondisi keterbatasan pupuk, petani padi Desa Panggak Darat, Kabupaten Lingga tetap bisa melaksanakan panen padi. Panen di lahan sawah tersebut adalah untuk yang kedua kali, kendati dirasa belum maksimal.

"Ini adalah untuk yang kedua kalinya lahan sawah Desa Panggak Darat ini terbukti bisa panen padi. Alhmdullilah walau pun dengan segala keterbatasan akhirnya bisa dipanen juga," ujar Zulmafrija Kepala Desa Panggak Darat kepada Haluan Kepri, Kamis (10/1).

Walau pun semangat beberapa petani sudah mulai luntur akibat ketiadaan pupuk dari pemerintah, awalnya ada 108 orang petani yang tergabung dalam 4 Poktan, tetapi hari ini yang menanam dan merawat hingga sampai ke panen hanya tinggal 40-50 petani saja.

Mudah-mudahan kedepan pemerintah dapat melihat mendengar dan sekaligus membantu petani pemula dalam penyedian pupuk dan pestisida.

Zulmafrija masih optimis untum tanam yang ke 3 kalinya, petani akan termotivasi kembali jika adanya ketersedian pupuk dari pemerintah, walau pun hanya berupa pupuk subsidi. "Insya Allah tanam ke 3 kalinya ke depan kita berdoa semoga hasilnya bisa lebih meningkat," ujar zulmafrija lagi.

Untuk panen kali ini diakuinya, beras baru bisa dinikmati masyarakat petani Panggak Darat saja. Tetapi kedepan tidak menutup kemungkinan bisa beredar lebih luas lagi.

"Kami hampir menemukan bibit padi yang cocok dan mampu tumbuh dengan baik di sawah kami, serta bibit yang lebih toleran terhadap berbagai penyakit yang muncul. Kami tidak berpikir terlalu muluk. Jika beras dari sawah Desa Panggak Darat sudah bisa dinikmati oleh semua masyarakat di desa kami saja itu sudah lebih dari cukup," ceritanya.

Artinya tanggung jawab kepala desa untuk memberikan lapangan pekerjaan dan sekaligus penyediaan pangan untuk masyarakatnya sudah hampir terwujud.

Selebihnya akan diserahkan ke pemerintah. Jika pemerintah daerah ingin hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, maka pemerintah harus bekerja keras memberikan perhatian lebih. "Kami percaya, niscaya tak ada perjuangan dan usaha yang menghianati hasilnya," ungkapnya.

Terhadap isu yang sedang berkembang pesat sekarang dan isu berbau negatif tentang sawah yang ada di Lingga, Kades Panggak Darat dan masyarakat di daerah ini berharap, Bupati Lingga jangan pernah surut dengan program ini.

"Kami masyarakat masih sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah kabupaten, agar sawah yang sudah terbentang dan petani desa kami yang sudah mulai semangat dengan panen yang kedua kalinya ini akan terus termotivasi," ujarnya.

Desa Panggak Darat adalah desa dengan segala keterbatasan sumber daya alam. Berbeda jauh dengan 74 desa lain yang ada di Kabupaten Lingga.

"Kami tidak memiliki batas laut 1 jengkal pun. Sehingga jika bukan tanah yang kami olah menjadikan desa berbasis pertanian dan pariwisata, peluang mana lagi yang harus digapai untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat kami. Berbeda dengan desa-desa lain yang punya laut. Masyarakat bisa kelaut dan mendapatkan hasil dalam waktu cepat (instan)," Jelasnya panjang lebar.

Masyarakat Panggak Darat sedang nyaman dengan keadaan sekarang. Mereka pun bertem ikasih banyak kepada Pemerintah Pusat melalui pemerintah daerah Kebupaten Lingga yang sudah mengubah hutan non produktif, lahan rawa daerah langganan kebakaran, sekarang ini sudah menjadi hamparan sawah.

Petani sudah menikmati hasilnya. Bukan hanya padi, tetapi tanaman-tanaman lain seperti cabe, jagung, talas, pisang, ubi kayu, ubi jalar, timun, kacang panjang, dan tanaman hortikultura lainya.

Beragam tanaman sayuran ini bisa tumbuh dengan baik di lahan sawah Desa Panggak Darat. Bahkan beberapa petani mulai susah untuk menjual hasil panen cabe karena melimpah. Sementara kebutuhan cabe di Daik masih sangat sedikit sekali.

"Alhmdulilah hama yang paling ditakuti di sini berupa (babi) sampai hari ini belum mengganggu petani. Biarkan kami menata desa kecil ini secara bertahap tanpa ada gangguan dan provokasi dari pihak manapun. Apalagi di tahun-tahun demokrasi dan berbau politik saat sekarang. Masyarakat yang tidak paham dengan hal itu semua, mending turun ke sawah banyak hal yang bisa dibuat di sana, jangan ikut-ikutanlah," pesannya.(jfr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar