Natuna

Mesin PLTD Terbakar

Manajer PLN Natuna menggelar konfrensi pers setelah api berhasil dipadamkan. Ia menduga api berasal dari jaringan yang korslet kemudian menyambar sisa bahan bakar hingga membakar mesin PLTD.

NATUNA (HK) - Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN Rayon Ranai yang berlokasi di Jalan Datuk Kaya Wan Mohd Benteng  Ranai terbakar, Rabu (9/1) sore r pukul 18.05 WIB. Api dapat dipadamkan pada pukul 20.00 WIB malam setelah mengerahkan lima unit mobil pemadam dan puluhan personel pemadam kebakaran dibantu masyarakat, TNI dan Polri.

Kepala PLN Rayon Ranai, Dwi Ristiono  ditempat kejadian malam itu mengatakan, api berasal dari mesin diesel nomor dua yang diduga terjadi korslet. Kemudian disekitar area mesin ada material yang mudah terbakar, seperti BBM yang baru diisi pada tangki penyuplai.

"Api cepat membesar karena terkoneksi dengan tanki suplier BBM yang tak jauh dari mesin yang terbakar. Dugaan sementara mungkin ada selang tangki yang bocor," kata dia.

Meskipun terjadi musibah sebut dia, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja menimbulkan kerugian materi. "Korban jiwa tak ada, hanya kerugian materi saja. Namun belum bisa di simpulkan berapa besarnya," sebut dia.

Mesin yang terbakar ini kata dia,  merupakan mesin sewa dari PT. Bima Golden Powerindo (BGP) yang merupakan rekanan PLN dalam suplai daya listrik ke warga. "Ada 8 mesin sewa dari PT. Bima Golden Powerindo (BGP) disini. Yang terbakar tersebut adalah mesin nomor dua diantara 7 deretan mesin yang ada," kata Dwi yang pada saat itu tampak kelelahan karena ikut berjibaku memadamkan api.

Dengan musibah kebakaran ini papar dia, berdampak pada listrik ke warga, terutama di daerah Ranai kota, Air Kolek, Batu Kapal dan beberapa daerah aliran lainnya.

Agar kebutuhan listrik warga terpenuhi, PLN akan melakukan suplier listrik dari pembangkit listrik Pian Tengah di Kecamatan Buguran Selatan. "Untuk normal kembali butuh waktu beberapa hari kedepan. Sementara waktu untuk memenuhi kebutuhan warga kita suplai atau pasok dari PLTD di Pian Tengah. Sekitar 3 Mega Watt masih bisa dipasok dari sana," jelas Dwi.

Dengan kejadian ini kata Dwi, tidak tertutup kemungkinan kerjasama dengan PT. Bima Golden Powerindo di tinjau ulang termasuk memindahkan lokasi PLN dari tempat sekarang ke daerah lainnya yang agak jauh dari pemukiman warga.

"Kerjasama dengan PT BGP akan ditinjau kembali karena sering bermasalah, termasuk merekonstruksi lokasi PLN ke daerah yang agak aman. Saat ini lokasi PLN berada dekat pemukiman warga dan lokasinya juga sangat sempit," ungkap Dwi.

Meski terjadi musibah kebakaran di perusahaan yang dia pimpin, Dwi Ristiono tak lupa memberikan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran ini.

"Alhamdulillah api sudah padam. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak dan warga yang telah bertungkus lumus memadamkan api. Terimakasih kepada TNI dan Polri yang turut berjibaku menerjunkan mobil pemadam serta mengatur lalulintas di sekitar lokasi," pungkas Dwi.***(fat)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar