Karimun

Meranti Kembangkan Wisata Mangrove

MERANTI (HK)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mendukung Desa Banglas menjadi Desa Wisata Mangrove bernama Jembatan Pelangi. Semua pemangku kepentingan di daerah setempat sudah merespon dengan baik.

Demikian dikatakan Kepala Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Meranti, Syamsulrizal Kepada wartawan Rabu (9/1) siang.

Kata Syamsulrizal, sebagai langkah awal dalam rangka inovasi desa untuk menjadikan Desa Banglas sebagai Desa Layak Wisata yang diwujudkan dengan memanfaatkan hutan mangrove di dusun 2 Desa Banglas. "Insya Allah dengan menggunakan anggaran desa, kami Desa Banglas siap berinovasi sebagaimana digaungkan oleh Kemendagri dan Kementerian Desa Tertinggal," jelas Kepala Desa Banglas, Samsurizal yang akrap disapa Tok Rizal ini.

Berawal dari pembangunan jembatan pelangi yang telah dibangun, ternyata mengundang daya tarik warga tebing tinggi dan sekitarnya untuk berkunjung ke Desa Banglas.

Hampir setiap harinya jembatan pelangi tidak pernah sepi dari pengunjung terutama pada saat hari libur. Jembatan pelangi dan timbunan pasir menggunung Desa Banglas ini pernah viral di media sosial. Diperkirakan pada hari libur sekitar 100 orang bergiliran memadati jembatan pelangi.

"Harapan kedepan, wisata mangrove ini menjadi ikon kecamatan Tebing Tinggi khususnya Desa Banglas dan memberikan kontribusi serta meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan. Dukungan masyarakat setempat untuk menjaga kenyamanan, ketertiban dan keamanan sangat kami harapkan," jelas Samsurizal.

Sementara itu, Kadisparpora Meranti Risky Hidayat mengatakan pihak dispapora dukung wisata yang di gagas oleh pihak desa banglas Kecamatan Tebing Tinggi. "Iya seharusnya, setiap wisata yang dinamakan wisata itu,mengajak orang beramai- ramai untuk datang di suatu tempat yang sudah di telusuri keberadaan objek wisata tersebut," ucap dia.

Dia juga menjelaskan,hal tersebut terkadang banyaknya objek wisata itu tidak bisa di buat- buat,terkadang banyaknya masyarakat hanya memampaatkan wisata milenial hanya untuk berpoto dan hal tersebut belum disebutkan wisata.

"Untuk diketahui yang bisa di katakan, sebagai wisata sudah ada tempat kuliner yang bagus, serta pasilitas mendukung, juga hiburan agar masyarakat bisa menikmati benar- benar itu wisata," ungkap mantan camat Tebing Tinggi ini.

Selanjutnya, Riski Hidayat juga menilai objek wisata mangrove yang di gagas oleh masyarakat Desa Banglas cukup bagus,akan tetapi harus ada pihak ketiga yang mengemas daerah tersebut agar bisa di jadikan objek wisata di daerah kita.

"Intinya, Saya mendukung,namun belum bisa di punggut biaya tempat wisata Mangrove tersebut,karena di situ tumpukan pasir yang sipatnya tidak permanen,anggaran daerah belum membenahi wisata itu,namun solusi dari pihak ketiga silahkan,agar kepulauan meranti lebih maju kedepanya bisa ramai menilmati alam dan kuliner yang ada di daerah kita," jelasnya. (r)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar