Warga Bengkong Nusantara Kembali Datang ke Kantor DPRD Batam

Tiga Kali RDP Tak Berbuah Hasil

Rapat dengar pendapat lanjutan di ruangan rapat komisi III DPRD Batam, mengenai permasalahan dan kesulitan air bersih di Bengkong Nusantara, Kelurahan Sadai.

BATAM (HK) - Ketua RW 13 Bengkong Nusantara, Hatman mengatakan bahwa hingga saat ini warga Bengkong Nusantara, Bengkong, belum pernah mendapatkan air bersih secara maksimal seperti halnya daerah-daerah lain di Batam.

Terlebih kata Hatman, ini untuk ketiga kalinya mereka bersama warga mendatangi DPRD Batam untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), namun tetap tak membuahkan hasil. Tidak hanya ke DPRD Batam, persoalan tersebut juga sudah disampaikan ke ATB, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

"Kami sangat kecewa, karena pihak BP kawasan kembali tak hadir. Sehingga RDP kita hari ini tidak membuahkan hasil sebuah keputusan," ucap Hatman disela-sela RDP lanjutan di ruangan rapat Komisi III DPRD Kota Batam, Kamis (10/1) siang.

"Mungkin kita menunggu hari yang tempat saja lagi, kalau solusi juga belum ada di dapatkan maka kami akan mengadakan demo bersama-sama ke BP Batam, kami tidak lagi memikirkan Pemilu. Karena hal ini disebabkan BP Batam belum juga mengeluarkan izin pembebasan lahan," ucapnya lagi.  

Dijelaskan Hatman, bahwa dia sudah capek mendegarkan keluhan-leluhan dari semua warga, untuk shalat saja tidak bisa, mau mandi tidak bisa. "Kalau kami mau mandi dan sholat harus beli air galon dulu dan hal ini sudah bertahun-tahun," jelasnya.
 
Sementara untuk masjid dan mushala kata dia, harus beli air pakai mobil tengki, karena sampai jam 2 malam pun air ATB tidak ada mengalir, bahkan yang lebih parahnya lagi sampai 1 bulan air tidak hidup.

Sekretaris kelurahan Bengkong Sadai, Anugrah Hidayat mengatakan, kalau kami dari pemerintah Kota Batam, melalui Kelurahan mengharapkan supaya proses tentang izin lahan itu lebih cepat di proses, karena ini adalah menyangkut tentang hak warga Nusantara.  

"Karena ini adalah RDP yang ke 3, tapi belum juga ada hasil dan keputusan yang di dapatkan, maka diharapkan agar segera mungkin, karena warga yang tinggal di sana itu sudah belasan tahun  dan sampai sekarang tidak mendapatkan air bersih. Kalaupun ada permasalahan agar cepat diselesaikan," ucap Anugrah.

Salah seorang dari warga Bengkong Nusantara yang hadir pada RDP tersebut mengatakan selama ini mereka sudah lama sabar, dan mereka punya sopan santun dan tata krama, tidak mau arogan dan rusuh. "Tapi kalau keinginan warga itu tidak diindahkan dan pemerintah tidak bisa menyelesaikannya, serahkan kepada warga untuk menyelesaikannya," tegasnya.

Karenanya, ia meminta keadailan di negeri ini, karena ia mengaku tidak diperlakukan adil karena warga lainnya bisa mendapatkan air bersih. Menurutnya, Warga Bengkong Nusantara selama ini sengaja diam karena kami tidak mau ribut-ribut dan ingin masalah ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik.

"Sepertinya ini ada udang dibalik bakwan, ada unsur yang tidak beres. Kami menderita pak, untuk mandi, gosok gigi dan sholat kami pakai air galon. Diman letak hati nurani pemerintah," ucap pria itu.

"Selama ini kita sudah sabar, sudah baik-baik tapi tetap tidak di hargai, yang tinggal disana manusia pak, bukan binatang," bebernya dengan tegas. Sama halnya yang di katakan oleh Izam, selaku warga Nusantara yang juga hadir dalam rapat tersebut, kalau tidak ada kesepakatan yang didapatkan, mereka berencana mengumpulkan warga dan melakukan demo.

Menurutnya, buat apa rapat-rapat terus dilakukan, sementara hasilnya tidak ada, buang-buang waktu kita saja ini. Seharusnya hari ini adalah rapat putusan, tapi dari pihak BP kawasan tidak hadir juga. "Sudah bertahun-tahun kita datang ke DPRD ini, tapi hasilnya tidak ada, hanya janji-janji saya yang kita dapatkan. Kalau ATB tidak mau dan tidak bisa mandingan di bilang saja jelas-jelas," tutup Izam.

Maslim selaku pihak ATB yang hadir dapat RDP itu mengatakan, ATB bukan bermain atau tidak mau melaksanakan pemasangan air secara normal di Bengkong Nusantara itu, tapi ATB hanyalah pekerja. Sampai sekarang belum ada izin dari pemilik lahan kawasan, sekarang pihak ATB masih mengusahakan agar izin dari BP kawasan keluar. Supaya ATB bisa di pasang dan dilkasanakan sesuai permintaan warga.

"Dari dulu kami memang sudah surve langsung ke lapangan dan membawa pihak BP Batam kelokasi, agar dikeluarkan izin untuk pemasangan, tapi sampai sekarang izin pembebasan lahan itu belum juga keluar. Kami belum tau solusinya supaya BP Batam bisa mengeluarkan izinnya," jelas Maslim

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura yang langsung memimpin rapat tersebut mengaku heran dengan keterbatasan air bersih di Bengkong Nusantara, sebab menurunya listrik bisa dipasang disana, tapi kok air ATB tidak bisa.

"Saya tidak mau kalau masah ini tidak bisa diselesaikan, jangan-jangan nanti saya dibilang main dengan perusahaan dan ATB. Dalam hal ini saya akan memfasilitasi apa yang dikeluhkan oleh warga siapapun dan dimanapun berdomisilinya di Kota Batam ini," tutur nyanyang.

Dikarenakan dalam rapat tersebut belum di dapatkan solusi untuk permasalahan itu, maka dalam waktu dekat ini perwakilan dari masyarakat yang di dampingi oleh komisi III DPRD Kota Batam dan pihak ATB akan mendatangi langsung kantor BP Batam untuk meminta solusi dan kejelasan dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi itu.

"Dalam waktu dekat ini, perwakilan dari warga Bengkong Nusantara beserta komisi III DPRD Kota Batam akan datang ke BP Batam dan meminta penjelasan dan arahan langsung, terkait persoalana yang ada," tutup nyanyang. (cw64)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar