Upaya Memberikan Pelayanan Maksimal

Klinik Elisabeth Jadi Rumah Sakit

Asisten Daerah Batam, Febrialin bersama Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi dan Owner RS ST Elisabeth menarik tali guna membuka kain pembungkus papan nama RS ST Elisabeth, Sei Lekop.

BATAM (HK) -- Klinik ST Elisabeth yang berlokasi di Kavling Sei Lekop, Sagulung, berubah statusnya menjadi Rumah Sakit (RS). Presmian ini dilakukan secara langsung dengan menekan tombol sirine dan membukan layar papan RS, Kamis (10/1).

Peresmian rumah sakit tersebut dihadiri asisten II Pemerintah kota Batam, Febrlian bersama Kepala Dinas Kesehatan kota Batam, Didi Kusmarjadi dan komisaris Rumah Sakit ST Elisabeth Batam, Johannes Kennedy Aritonang. Peresmian rumah sakit tersebut diiringi pembukaan doa pemberkatan dan lagu pujian. Yang kemudian menggunting pita dipintu masuk rumah sakit yang disaksikan para tamu undangan lainnya.

Dilokasi, Johannes Kennedy Aritonang mengatakan, sangat bersyukur atas kenaikan level klinik ST. Elisabeth menjadi rumah sakit tipe D. Karna sebelumnya jika selam ini hanya sebatas klinik saja. Tak hanya itu, pihaknya juga akan kembali menaikkan ke tipe C dengan melayani pasien BPJS.

"Selama 3 tahun kita beroperasi dan terus berupaya untuk menaikkan tipe Klinik menjadi rumah sakit. Kita juga akan kembali menaikkan ke tipe C," kata Jhon Kennedy dengan sapaan nama akrabnya itu.

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengucap syukur atas semua berkat dan bantuan semua pihak khususnya pemerintah Kota Batam, dan pemerintah Provinsi untuk mendukung penuh dalam perizinan peralihan dari klinik menjadi rumah sakit.

"Kita mewujudkan cita cita dan impian dari Klinik menjadi rumah sakit. Dengan telah diresmikan Rumah sakit ST Elisabeth Sei Lekop, maka di Batam ini ada 3 rumah sakit Elisabeth yang siap melayani masyarakat Batam," katanya.

Masih lanjutnya, rumah Sakit Elisabeth ini, bukan rumah sakit agama tertentu atau suku tertentu. Tetapi rumah sakit ini terbuka untuk umum dan siap melayani masyarakat Batam yang membutuhkan pengobatan.

Oleh karena itu, didalam kesempatan itu Jhon Kennedy meminta kepada semua dokter dan perawat yang melayani di rumah sakit ST. Elisabeth agar tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, siapapun itu yang membutuhkan. Sebab yang paling penting itu adalah pelayanan seperti sesuai dengan Visi dan Misi Rumah Sakit melayani dengan tulus.

"Jadi jikalau ada orang yang datang berobat utamakan dulu pelayanan. Kalau pasiennya tak memiliki uang, tetap harus dilayani. Saya harap pelayanan di rumah sakit i6ni seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus melayani dengan cuma cuma," paparnya kembali.

Di tempat yang sama, Pebrialin, asisten II Pemerintah kota (Pemko) Batam mengaku bangga dengan kehadiran rumah Sakit ST. Elisabeth ini ditengah-tengah masyarakat, apalagi dekat dengan industri perkapalan. Ia juga menyampaikan, dengan adanya rumah sakit di Sei Lekop ini, kota Batam sudah memiliki 18 rumah sakit yang diantaranya adalah rumah sakit Elisabeth ini.

"Jadi, dengan diresmikan rumah sakit ini, di kota Batam sudah memiliki 18 unit rumah sakit termasuk rumah sakit ST. Elisabeth. Oleh karna itu, saya harap pelayanan tetap ditingkatkan lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, rumah sakit ini hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah kota Batam yang terus berinovasi dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat, salah satunya melalui bidang kesehatan.

"Kita menyambut baik dan mendukung kehadiran rumah sakit ini di Sagulung. Jadi harapan kami adalah rumah sakit ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan mutu dan akses layanan kesehatan kepada masyarakat Batam," katanya.

Sekedar diketahui, jika rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit yang melayani seperti Instalasi Gawat Darurat, rawat jalan, rawat inap, medical check up, layanan bersalin dan kamar operasi serta dilengkapi dengan fasilitas medis pendukung lainnya.

Bahkan, selain itu juga menghadirkan para dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman untuk memberikan pelayanan medis prima secara tepat, efektif. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar