Kerugian Hampir Rp1 Miliar

Kakak Beradik Curi Perangkat Satelit

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya, Kasat Reskrim dan Kapolsek Meral mengangkat barang bukti pencurian.

KARIMUN (HK)-Dua kakak beradik inisial IC (31) dan DS (30) mencuri satu set perangkat satelit radio Global Navigation Satelit System (GNSS) beserta antena dan sejumlah barang elektronik di perusahaan asing, PT China Communications Construction Indonesia, Sabtu (5/1), di Sei Raya, Kecamatan Meral. Tak tanggung-tanggung nilai barang dicuri hampir Rp1 miliar atau Rp871 juta.

Terungkapnya kasus pencurian itu bermula ketika salah seorang karyawan kehilangan laptopnya. Saat mencari laptop itu, baru disadari kalau sejumlah barang elektronik lainnya termasuk satu set perangkat satelit juga telah raib. Barang yang hilang itu diantaranya empat unit laptop, satu ponsel, uang Rp2 juta, beberapa kartu ATM dan dokumen.

"Begitu mengetahui barang yang hilang, maka perusahaan melaporkan kejadian itu kepada polisi," ungkap Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya saat ekposes kasus tersebut di Mapolsek Meral yang didampingi Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto dan Kasat Reskrim Polres AKP Lulik Febyantara.

Kata Hengky, usai menerima laporan anggota Polsek Meral langsung mengembangkan kasus tersebut. Terbongkarnya kasus pencurian itu, ketika salah seorang pelaku memasukan kartu ATM milik korban. Kartu tersebut kemudian terkoneksi dengan ponselnya. Sadar ATM nya dipakai orang, maka korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi kemudian meminta bantuan pihak bank untuk mengecek ATM yang diduga digunakan pelaku dengan memeriksa Closed Circuit Television (CCTV). Dari rekaman CCTV, polisi mengenali wajah pelaku, karena setahun sebelumnya dia juga pernah tersangkut kasus pencurian dan berurusan dengan polisi.

"Salah seorang pelaku, inisial IC berhasil diamankan saat berada di tugu MTQ Coastal Area Tanjungbalai Karimun pada hari Rabu, 9 Januari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB. Dia dengan mudah dikenali anggota karena pernah tersangkut kasus curat pada tahun 2017 lalu," terang Hengky Pramudya.

Sementara, pelaku lainnya inisial DS ditangkap di pelabuhan oleh anggota Polsek KKP pada Kamis (10/8) sekitar pukul 08.00 WIB. Dia hendak kabur ke Batam. Polisi juga sangat mengenali wajah pelaku yang merupakan adik kandung IC ini, karena yang bersangkutan juga pernah dipidana karena kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.

"Perlu kami sampaikan disini. Kedua pelaku merupakan kakak beradik. Mereka berdua juga pernah tersangkut kasus pidana. Pelaku IC pernah dipidana karena kasus curat. Sementara, DS juga pernah dipidana karena kasus persetubuhan anak dibawah umur. Kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun," pungkasnya. (ham)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar