Lingga

Warga Posek Tolak Tambang Timah Laut

LINGGA (HK)- Warga Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek menolak masuknya aktivitas pertambangan timah laut di wilayah perairan mereka. Penolakan ini dilakukan karena areal laut yang akan dieksploitasi oleh perusahaan pertambangan timah masuk di wilayah tangkap nelayan yang merupakan sumber pencaharian.

"Sudah tiga kali perwakilan perusahaan mendatangi warga untuk meminta persetujuan agar dapat melakukan pertambangan timah diperairan kami. Namun kami tidak pernah mengizinkan karena perairan yang akan ditambang merupakan sumber pencaharian warga," kata Ebet, salah seorang ketua RT di Desa Posek, kepada Haluan Kepri, Jumat (11/1).

Dikatakan, tanpa ada persetujuan dari warga dengan difasilitasi oleh Kepala Desa Posek, Masnun, tiba-tiba perwakilan perusahaan datang dengan membawa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemprov Kepri untuk melakukan pertambangan timah laut di perairan yang sama.

"Kami ini memang buta hukum, tapi kami akan berontak jika pihak perusahaan tetap melakukan pertambangan di perairan kami," tegasnya.

Dengan IUP tersebut, sambungnya, dijadikan tameng pihak perusahaan untuk tetap melakukan pertambangan timah laut. "Informasi terakhir mereka tetap akan melakukan pertambangan meski tidak mengantongi izin dari masyarakat," imbuhnya.

Namun sambung Ebet, IUP pertambangan timah laut yang dibawa perwakilan perusahaan tersebut, menyebutkan bahwa wilayahnya IUP berada di Kecamatan Singkep Barat dan dikeluarkan tahun 2016 lalu. "Meski tidak mengerti hukum, tapi aneh jika wilayah dalam IUP tersebut di Kecamatan Singkep Barat. Sedangkan perairan yang akan ditambang masuk wilayah kecamatan Posek Kepulauan," terangnya.

Ia berharap Pemprov Kepri maupun Pemkab Lingga mau pun para wakil rakyat dapat mendengar keberatan warga Posek akan aktivitas tambang timah laut ini.

"Kami minta Pemprov Kepri yang mengeluarkan IUP bisa menarik kembali IUP yang dikeluarkan. Kalau aktivitas penambangan timah tetap dilanjutkan, maka 70 persen warga Posek yang bergantung dengan hasil kau akan kehilangan mata pencahariannya," imbuhnya.(jfr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar