Ulah Anak Main Lilin di Rumah

Satu Unit Rumah Hangus Terbakar

Kondisi rumah di Kampung Tembesi Pos, tepatnya di RT 03/RW 03, Kampung Toba, Sagulung yang hangus terbakar.

SAGULUNG (HK) -- Satu unit rumah di Kampung Tembesi Pos, tepatnya di RT 03/RW 03, Kampung Toba, Sagulung hangus terbakar, pada Jumat (11/1) sekira pukul 16.30 WIB sore. Diduga kebakaran ini diakibatkan api yang menjalar dari lilin yang dimainkan oleh anak-anak disekitar rumah hingga langsung melalap rumah tersebut. Terlebih rumah milik Jaya tersebut terbuat dari kayu.

Informasi yang didapat dilokasi, diduga api bersumber dari pemantik (mancis) yang digunakan anak pemilik rumah saat bermain lilin. Bahkan, saat kejadian itu, Jaya sedang bekerja di Kalimantan, sedangkan istrinya juga bekerja di sebuah kantin di sekolah Putra Batam, sehingga hanya anaknya tinggal di rumah.

Guna memadamkan kobaran api, dua unit mobil Pemadam diturunkan kelokasi kejadian. Namun pemilik rumah tak bisa berbuat apa-apa karena begitu cepat menjalan. Sehingga barang-barang ekltrok Pemilik rumah pun merelakan barang elektroniknya seperti Tv, kasur dan uang tunai Rp5 juta hangus terbakar.

"Diduga karena mancis dan lilin yang dimainkan anaknya (Jaya) di dalam rumah. Sesaat itu saya mau buang sampah, dan anak-anak teriak kebakaran. Saya sangat terkejut sekali, karena jarak rumah kami berdekatan, takut menjalar ke rumah saya," ujarnya warga sekitar.

Kobaran api tersebut telah berhasil dipadamkan oleh warga dengan sigapnya sebelum datang mobil. "Kejadian ini tak ada memakan korban jiwa, namun menelan kerugian harta benda yang cukup banyak," ujar Parta Mangantar, selaku Ketua RW 03 Kampung Toba.

Melihat kobaran api, seketika langsung menyelamatkan diri, dan hanya sempat mengamankan hape. "Baru datang dari kampung semalam, baru menikah. Setidaknya masih bersyukur saya dan istri masih selamat," ujarnya Ruhut Tampubolon dilokasi.

Ruhut Tampubolon yang baru saja pulang kampung setelah menikah itu mengatakan, semuanya hangus terbakar seperti Ulos hela pemberian mertua istri juga ikut terbakar. Padahal itu hal yang paling sangat berharga dalam budaya batak setelah pernikahan.

"Dah hangus semuanya bang. Padahal kami baru pulang dari kampun habis menikah," kata Ruhut Tampubolon, didampingi istrinya Cisca Tobing. Hingga berita dinaikkan, usai kejadian itu warga sekitar pun membersihkan puing-puing sisa kebakaran. (ded)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar