Tajuk

Pengendara yang Ugal-ugalan

Korban jiwa masih terjadi di jalan raya Batam. Ini akibat sikap ugal-ugalan pengendara. Salah satu contoh yang menyedihkan adalah tabrakan maut di simpang Kepri Mall, pada Selasa (8/1/2019) lalu sekitar pukul 22.30 WIB. Seorang pengedara motor, tewas ditabrak angkutan umum yang menuju arah Batuaji.

Berdasarkan keterangan dari satlantas Polres Barelang, seperti yang dilansir oleh media di Batam, kala itu korban bersama istrinya tengah mengendarai sepeda motor. Sesampai di simpang Kepri Mall, mobil angkutan umum yang datang dari arah simpang Industri Kara menuju ke arah Panbil Mall, melaju walaupun lampu lalu lintas tengah menyala merah. Korban yang datang dari arah Legenda Malaka hendak menuju ke arah fly over Baloi ditabrak. Nahas, korban sekarat dan diduga tewas di tempat. Pengecutnya, sang sopir Bimbar melarikan diri usai menabrak.

Sebelumnya, di ruas Bukit Daeng, peristiwa serupa juga menimpa dua mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Batam. Sama dengan kasus sebelumnya, sang sopir juga melarikan diri setelah mengetahui korban yang ditabraknya terkapar di jalan.

Peristiwa seperti ini sudah kerap terjadi di jalan raya Batam. Dan yang sering terlibat dalam pelanggaran adalah angkutan umum yang sama. Dua peristiwa yang disebutkan di atas merupakan sedikit contoh yang terjadi. Sebelumnya, sudah cukup banyak kejadian yang menyebabkan korban akibat ulah sopir yang dinilai tidak mengindahkan aturan saat berada di jalan raya.

Beberapa waktu lalu, sudah ada seruan dari masyarakat agar dikeluarkan ketegasan terhadap angkutan umum yang ugal-ugalan tersebut. Soalnya, saat terjadi peristiwa, tidak hanya menabrak kendaraan lain, angkutan tersebut itu kerap kecelakaan tunggal akibat tidak tertibnya di jalan raya.

Kondisi ini jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memberi efek yang tidak baik bagi pengendara lainnya. Selain itu, juga memberi preseden yang tidak baik terhadap kondisi jalan raya di Batam.

Dari banyak kasus yang terjadi, sudah selayaknya dilakukan evaluasi terhadap angkutan umum yang selama ini menimbulkan korban di jalan raya. Jika memang dinilai tidak layak, bisa dikeluarkan kebijakan. Di tengah padatnya lalu lintas di Batam saat ini, yang dibutuhkan adalah pengendara yang mematuhi aturan, bukan yang ugal-ugalan. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar