Upaya Majukan Pasar Home Industri

DPRD Kunker ke Kota Bandung

Ketua Komisi II DPRD KKA, Dhannun saat menyerahkan Cinderamata kepada Kapala Dinas UMKM Kota Bandung. Jawa Barat, beberapa hari lalu.

ANAMBAS(HK)-Komisi II anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas UMKM Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat baru-baru ini. Langkah tersebut dilakukan untuk melakukan perbandingan cara mendistribusikan home industri hasil kerajinan rumah tangga, dan karya buah tangan PKK.

Ketua Komisi II DPRD KKA, Dhannun, mengatakan di Kota Bandung pemasaran home industri tertata dengan baik dan ini menjadi salah satu pendongkrak meningkatnya perekonomian masyarakat. "Terdapat sejumlah terobosan yang dilakukan Dinas UMKM Kota Bandung yang dapat kita adopsi dalam pemasaran hasi-hasil home industri dan kerajinan milik masyarakat,"ujar Dhannun, Selasa (22/1).

Menurut Politisi Partai Persatuan (PPP), tertata dengan baiknya pendistribusian dan pemasaran home industri dikarenakan besarnya campur tangah pemerintah dalam menyiapkan fasilitas serta sarana dan prasarana. "Pemerintah setempat menyiapkan tempat khusus untuk menjual produk rumah tangga sehingga hasilnya dapat bermanfaat, bahkan barang bekas pun dapat termanfaatkan dengan baik,'tuturnya.

Selain iru, lanjut dia, untuk tamu yang berkunjung diarahkan untuk datang ke tempat home industri yang memang khusus memasarkan produk-produk home industri,  "Sistem semacam ini yang perlu kita pelajari dan dari Studi banding yang dilaksanakan, diketahui terobosan apa yang dapat dilakukan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui home industri,"jelasnya.

Sebagai daerah yang saat ini menjadi tujuan wisata, Anambas dapat menciptakan terobosan dengan sedikit mengadopsi Dinas UMKM kota Bandung dalam memasarkan hasil karya baik itu berupa kuliner maupun cindera mata yang akan dibawa menjadi oleh - oleh untuk wisatawan.

Namun sebelumnya hasil karya dan hak cipta masyarakat tersebut harus terlebih dahulu dipatenkan, agar hak cipta tersebut diambil orang lain, sehingga produk tersebut tidak lagi menjadi hasil karya negeri sendiri. "Pemda kami sarankan untuk menyiapkan payung hukum terhadap produk-produk dari Anambas sehingga tidak diakui oleh daerah lain,"tegasnya.

Produk-produk seperti kerupuk atom, kerupuk sotong, merupakan produk khas Anambas, namun saat ini masih belum dipatenkan, sehingga dikhawatirkan dicaplok daerah lain,dan ini menjadi tugas pemerintah,karena tidak semua daerah memproduksinya.

"Komisi II akan mendesak pemerintah daerah untuk segera mematenkannya, begitupula dengan makanan-makanan khas serta cindera mata asal daerah ini,"katanya.(yud)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar