Tajuk

DBD

Awal tahun ini, 234 Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) terjadi di wilayah Kepri, dengan rincian, Batam sebanyak 83 kasus, satu diantaranya meninggal dunia. Lalu, Tanjungpinang 74 kasus, satu meninggal dunia. Karimun 41 kasus, Bintan 30 kasus, dan kabupaten Lingga 6 kasus, dengan total pasien yang meninggal dunia dua orang.

Melihat banyaknya penderita DBD di Kepri awal tahun 2019, ini menjadi sinyal dan pekerjaan besar untuk seluruh masyarakat dan pihak terkait. Pergantian cuaca dari musim hujan ke musim panas, perlu diwaspadai dengan munculnya salah satu penyakit berbahaya ini.

Salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya DBD memang dengan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan rumah dan sekelilingnya harus dipastikan tidak memiliki ruang untuk berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah. Jangan sampai ada tempat-tempat air yang tergenang dan tidak mengalir. Lalu, menutup seluruh tempat-tempat yang selama ini digunakan untuk menampung air seperti, bak mandi, tong air, serta dan sedapat mungkin menggunakan barang bekas untuk keperluan yang positif.

Aktifitas ini sudah cukup sering disampaikan oleh pihak terkait, media massa, termasuk juga di media sosial. Diharapkan, dalam kondisi seperti sekarang, perangkat RT, RW, atau kelurahan dapat kembali mengingat-ingatkan warga untuk mengedepankan prilaku bersih. Kalau perlu gotong royong dapat dilakukan sekali atau dua kali sepekan, guna mmutus tempat-tempat yang menjadi lokasi berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

Aktifitas bersih-bersih rumah dan lingkungan memang kadang dinilai sederhana, namun bisa memberi dampak besar terhadap budaya bersih di tengah masyarakat. Aktifitas ini hendaknya menjadi budaya yang harus selalu dilakukan. Soalnya, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kepri, tumbuhnya penyakit DBD saat ini juga karena ada siklus lima tahunan. Untuk menekan penyakit ini, salah satunya membiasakan pola hidup sehat dan bersih.

DBD bukan penyakit biasa. Dia bisa memberi dampak besar bagi keluarga si penderita. Karena itu, saat ini, upaya yang paling baik adalah mencegah daripada mengobati. Budayakan terus prilaku bersih dan sehat. Ajak seluruh anggota keluarga dan masyarakat. Jangan setelah terjangkit, baru disadari bahayanya penyakit ini. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar