Bintan

Minyak Hitam Cemari Pantai Wisata Lagoi

Kondisi bibir pantai Lagoi Bay pasca dihantam tumpukan limbah slude oil.

BINTAN (HK) - Limbah minyak hitam (slude oil) kembali mencemari pantai kawasan pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong. Limbah bergumpal-gumpalan itu mengotori kawasan yang merupakan objek vital (Obvit) nasional itu, langsung dibersihkan pengelola demi menjaga kenyamanan wisatawan.

Salah seorang karyawan yang menjaga Pantai Lagoi Bay, Zul, menuturkan kalau limbah minyak hitam itu terseret arus dari tengah lautan kerap mencemari kawasan pantai setiap tahunnya. Sehingga, kawasan yang sering didatangi wisatawan itu harus dibersihkan setiap li0mbah datang.

"Hampir tiap tahun limbah minyak hitam muncul dari perairan OPL, limbah itu sampai ke sini karena dibawa ombak," kata dia, Sabtu (9/2) lalu.

Demi menjaga kenyamanan pengunjung, sambungnya petugas jaga harus sering-sering membersihkan. "Biasanya kalau tidak pagi ya malam hari," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan, Wan Rudi, menjelaskan kalau persoalan tersebut belum berdampak terhadap kunjungan wisatawan. "Belum begitu berpengaruh (jumlah kunjungan)," tuturnya. Meski demikian, persoalan itu sudah sering dibahas, sebab secara langsung juga memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata khususnya dikawasan wisata andalan Bintan.

"Selain wisatawannya terganggu, beban pengelola hotel pun menjadi bertambah untuk melakukan pengelolaan limbah minyak yang mencemari pantai tersebut baik itu untuk pengangkutan limbah dan juga pemusnahan limbah tersebut," bebernya.

Persoalan slude oil yang menjadi ancaman perkembangan pariwisata di Bintan ini memang sudah dibahas ditingkat pusat. Namun, sampai saat ini belum ada solusi bagaimana menangani persoalan itu. Biasanya, fenomena ini terjadi pada saat musim angin utara sehingga bisa menyeret limbah-limbah yang diperkirakan berasal dari tengah laut.

Bahkan, beberapa waktu lalu Menteri Koordinator bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, kalau ada satelit di angkasa untuk memantau sumber limbah tersebut. "Ada satelit yang memantau," tuturnya saat kunjungan ke Bintan beberapa waktu lalu. (oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar