Kementerian PU Anggarkan Rp22,5 Miliar

2019 Giliran Tanjungunggat-S enggarang Ditata

TANJUNGPINANG (HK)- Tahun 2019 ini, Kota Tanjungpinang kembali mendapatkan prioritas program pengentasan kawasan kumuh terintegrasi. Kementerian Pekerjaan Umum akan menata kawasan kumuh Tanjungunggat dan Senggarang dengan kucuran anggaran Rp22,5 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, H Surjadi menyampaikan dua kawasan Senggarang dan Tanjungunggat akan dipercantik seperti kawasan Kampung Bugis yang telah disulap menjadi kawasan objek wisata baru di Kota Tanjungpinang.

"Untuk menata dua kawasan tersebut, sumber anggarannya, gabungan dari dana APBN, APBD Pemprov Kepri dan APBD Kota Tanjungpinang. Kalau APBN sudah dianggarkan Rp22,5 miliar. Sedangkan untuk dana dari ABPD Pemprov Kepri dan APBD Kota Tanjungpinang, melibatkan lintas OPD. Jadi, anggarannya terpecah di masing-masing OPD terkait," ujarnya, kemarin.

Namun demikian, lanjut Surjadi, pihaknya juga meminta konsep pembangunannya penataan nanti sedikit berbeda dengan konsep pembangunan penataan kawasan kumuh di Kampung Bugis. Ia menjelaskan akan dibangun Jalan Lingkar, pelantar, sanitasi, air bersih, alat pemadam kebakaran laut.

"Tetapi bedanya di dua lokasi tersebut tidak dibuat cat warna warni seperti di Kampung Bugis, karena struktur rumahnya berbeda dengan di Kampung Bugis. Tapi, dua kawasan tersebut akan ditata tetap terlihat cantik," jelasnya.

Masih dijelaskan Surjadi, bahwa penetapan kawasan kumuh tersebut berdasarkan data dari Surat Keputusan Pemkot Tanjungpinang pada 2014 silam. Berdasarkan kacamata kotaku indikator kumuh di masing-masing titik tersebut belum ada pengurangan sampai pada 2017.

Kawasan kumuh lainnya yang belum tersentuh penataan yakni, Pelantar Sulawesi, Pelantar Kamboja Tanjungpinang Timur, Tanjung Ayun Sakti, dan Kawasan Taman Impian ujung.

Ia menjelaskan bahwa ada 7 indikator utama penanganan kawasan kumuh. Di antaranya bangunan, akses jalan, sanitasi, air minum, persampahan, pengelolaan limbah dan akses pemadam kebakaran. Sambung dia, di Kota Tanjungpinang, kawasan kumuh ada yang berat, ada yang sedang ada yang ringan.

"Kita juga mengajak, bagi warga yang tinggal di lokasi yang sudah dipercantik, agar menjaga lingkunganya tetap bersih. Agar warga tetap bergotong royong, dan bagaimana agar kawasan tetap asri dengan menanam penghijauan," pungkasnya.(rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar