Lingga

Polisi Janji Bekuk Penyeludup Timah

Yudi Arvian SH, SIK.

LINGGA (HK)- Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho S.I.K, M.T melalui Kasat Reskrim, AKP Yudi Arvian SH SIK berjanji akan menindak para pelaku penyeludupan timah yang ada di Kabupaten Lingga, khususnya Dabo Singkep.

Hal ini disampaikan Yudi sebab berdasarkan Undang-Udang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara kegiatan tersebut masuk kategori ilegal dan bisa dipidana 10 tahun penjara.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila melihat atau mengetahui adanya penyeludupan timah dan pasti akan kita lakukan penindakan sesui dengan peraturan yang berlaku," kata Yudi, Minggu (10/2).

Hal ini disampaikan Yudi sehubungan dengan adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya aktifitas penyeludupan timah di Dabo Singkep, dan masyarakat yang bekerja sebagai pendulang timah dijadikan 'bumper' oleh oknum-oknum pengepul yang saat ini beraktifitas di Dabo Singkep.

Sebab pasir timah tersebut nantinya akan dijual keluar dari Kabupaten Lingga dan akhirnya masyarakat yang dirugikan karena harga yang sudah tidak sesui pasaran. "Dengan adanya laporan ini kita akan tindak lanjuti dan kami akan memberikan sanksi tegas agar para pengepul tersebut tidak semena-mena merugikan warga," imbuh Yudi.

Sementara itu Aktifis Pemerhati Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga, Jon Cosmos merasa prihatin dengan kembali maraknya aktifitas pertambangan ilegal di Dabo Singkep. p

Jon berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dapat mencarikan solusi agar masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan aman. Sebab menurut Jon, isu masalah tambak liar dan penyeludupan timah ini bukan barang baru, bahkan menjadi isu yang paling seksi setiap kali menjelang Pilkada.

Ditambahkan Jon, diperlukan langkah kongkret dari Pemkab agar masyarakat dapat bekerja dengan tenang. Hal ini dikarenakan minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Lingga. "Pemerintah harus turun tanggan. Jangan aparat kepolisian terus yang akhirnya dibenturkan dengan masyarakat. Karena kita yakin pasti ada solusi asalkan pemerintah mau peduli," imbuh Jon.(jfr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar