Meriahkan HUT BPOM RI ke 18 di Engku Putri

Sosialisasi Sembari Zumba Bareng

BATAM (HK) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI ke 18, BPOM Kepri menggelar sejumlah kegiatan, salah satunya senam Zumba di Alun-alun Engkau Putri, Minggu (10/2) pagi.

Kepala BPOM Kepri, Dwi Yosef mengatakan bahwa melalui kegiatan zumba bareng pihaknya melakukan berbagai sosialisasi tentang program kerja BPOM kepada seluruh peserta. "Hari ini puncak perayaan HUT BPOM, dan ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Meski HUT BPOM jatuh pada (31/1)," terang Dwi Yosef.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diadakan sosialisasi dan penyuluhan kepada seluruh peserta senam zumba oleh Dinas kesehatan dan Bea cukai tentang obat-obatan dan makanan. Dikatakan, tahun 2019, HUT BPOM mengusung tema Nasional yakni, Bakti Untuk Negeri sedangkan tema lokal BPOM Kepri mengusung tema Bersama berbakti untuk negeri bangun Indonesia kuat dan mandiri.

"Inilah tema yang kita usung, sebagaimana BPOM bisa memberikan bakti, sehingga keberadaannya bisa dirasakan negeri ini dab BPOM hadir melayani dan melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko," harapnya.

Ia berharap dengan usia BPOM RI ke 18 Tahun, kedepannya bisa menjalin kerja sama dengan mitra lintas sektor dengan bersama-sama mengawal dan memastikan bahwa obat dan makanan yang beredar khususnya di kepulauan Riau benar-benar sudah terdaftar di BPOM.

"Sehingga terjamin keamanannya tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi, dan masyarakat juga terlindungi dari obat dan makanan yang beresiko untuk kesehatan, " harapnya.

"Sampai saat ini, BPOM Kepri tetap berupaya memaksimalkan kinerjanya, dengan melakukan pengawasan rutin, melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dan penindakan-pendindakan kepada pelaku usaha yang yang berunsur ilegal," tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, BPOM juga bergerak di layanan publik yakni berupa perizinan, dimana dalam perizinan, kita memberikan kemudahan kepada pelaku usaha tanpa mengabaikan faktor mutu dan keamanan dari produk-produk yang di edarkan kepada masyarakat.

Disamping itu, Yosef membeberkan, untuk kasus peredaran produk, obat dan makanan yang ilegal di provinsi Kepri adalah Batam, Tanjung pinang dan Karimun. "Dari banyaknya temuan adalah produk kosmetik dan pangan, mengingat Batam yang berdekatan dengan dua negara yakni Singapura dan Malaysia, " jelas Yosef.

"Kemarin saja (8/2), kita melakukan pemusnahan dari produk kosmetik dan makanan ilegal bernilai 4.7 M, dan tahun 2018 kita sudah menangani 10 perkara dengan nilai 3.5 M, " bebernya. Menurutnya, Kepri sendiri hanya sebagai distributor, karena sampai saat ini pihaknya belum pernah menemukan produsen untuk kosmetik dan pangan.

Yosef mengatakan BPOM Kepri sudah melakukan operasi Cyber untuk mendeteksi dan memantau tingkat peredaran kosmetik dan pangan di media online. "Utamanya adalah kosmetik, Kita sudah melihat peredarannya untuk mendistributor lebih dominan melalui media online, kalau untuk pangan masih konvensional, " jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, perwakilan dari dinas perindustrian, dinas kesehatan, Kominfo, bea cukai, ikatan apoteker indonesia dan farmasi. (Cw63)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar