Tajuk

Obat, Makanan, dan Kosmetik Ilegal

Selama 2018 lalu, ada sebanyak 10 kasus obat-obatan, makanan, dan kosmetik yang ditangani oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri. Seperti dilansir media di daerah ini, Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, kota paling rawan untuk peredaran barang ilegal di Kepri. Hal ini karenakan posisi Kepri yang berada di lintasan yang strategis.

Dari kasus yang ditangani, kosmetik dan produk pangan ilegal yang paling marak. Pihak terkait telah melakukan sejumlah langkah termasuk tindakan tegas berupa tindakan hukum. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya dikedepankan cara pembinaan. Namun, pada pelaku usaha atau masyarakat yang tidak patuh pada regulasi yang ada, tindakan tegas berupa penindakan dan penegakkan hukum terpaksa dilakukan untuk memberikan ketegasan atas sikap yang tidak patuh pada hukum.

Banyaknya beredar produk ilegal di daerah ini tidak terlepas dari permintaan masyarakat. Inilah yang menjadikan para pengusaha memanfaatkan hal itu dengan menawarkan produk ilegal dengan harga murah. Secara ekonomi, pengusaha mendapat untung besar, masyarakat mendapatkan dengan harga yang dibawah pasar. Tapi, negara dirugikan serta dinilai akan memberi dampak yang tidak baik untuk kesehatan.

Untuk meminimalisir barang ilegal, usaha sejumlah pihak saja tidak cukup. Harus ada usaha bersama antara pihak berkompeten serta masyarakat konsumen. Jika suatu barang dinyatakan ilegal, sudah dipastikan produk itu tidak layak edar. Jika tidak layak edar, berarti ada hal yang belum dipenuhi, khususnya segi kesehatan.

Jika ada produk yang ditawarkan dengan harga lebih murah dari harga pasaran, hendaknya ini menjadi perhatian para konsumen. Apakah barang itu sudah lolos uji atau belum. Jangan karena murah, langsung dibeli dan dikonsumsi. Khawatirnya barang tersebut memberi efek yang tidak baik bagi tubuh atau kesehatan.

Sudah sering berita penyitaan barang-barang ilegal di Batam dan Kepri yang disiarkan secara umum. Setiap informasi yang disampaikan itu disebutkan juga nama dan jenis produknya. Informasi ini diharapkan menjadi salah satu referensi masyarakat. Jika ada produk yang selama ini dipakai oleh masyarakat konsumen masuk dalam daftar barang yang disita, diharapkan lebih mengedepankan kehati-hatian.

Kedepan, agar masyarakat bisa mengetahui lebih banyak tentang hal ini, pihak terkaitkan diharapkan lebih me-masif-kan informasi tentang produk yang masuk dalam daftar ilegal. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih dicerdaskan. Dan ini juga bisa menjadi panduan bagi masyarakat, manatahu di tengah lingkungannya ada produk yang tergolong ilegal dan bisa diinformasikan pada pihak berwenang. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar