Korban Kecelakaan Terlindas Truk Tanah di Seipanas

Esih Sukarsih Hidup Sebatang Kara

BATAM (HK)- Korban lakalantas Di Sei panas yang merenggut nyawa Esih Sukarsih (43) kelahiran Cirebon ini diduga hidup sebatang kara di Kota Batam. Korban tidak memiliki keluarga kandung, hanya memiliki keluarga persinggahan, kerabat dan rekan kerja lama.

Kerabat korban, Eti mengaku sempat panik saat mencoba menghubungi pihak keluarga korban di kampung halamannya di Cirebon melalui via telepon seluler guna memberi tahu keadaan Esih yang sudah meninggal dunia akibat Lakalantas.

"Tadi sempat panik, soalnya belum ada jawaban dari keluarga almarhum. Kita juga gak berani mengambil keputusan begitu aja, nanti kemudian hari keluarga almarhum nuntut kita pula," ujar Ati saat ditemui di ruang jenazah RSBK, Seraya, Selasa (5/3) sore.

Ia melanjutkan, Setelah berhasil mencoba menghubungi keluarga di Cirebon, Adik kandung korban meminta agar jenazah Esih dipulangkan ke kampung halaman.

Di tempat yang sama, diketahui sebelumya korban sempat kerja menjadi asisten rumah tangga di perumahan Centre Point, Greend Land, Batam Centre tahun 2018 lalu.

"Korban pernah satu kerja sama saya, kebetulan saya supir bos, dan saat itu ia sebagi asisten rumah tangga bos saya. Sejak Oktober 2018 korban sudah keluar dari kerjaannya setelah bos yang lama saya pindah ke luar kota," ujar pria yang tidak mau disebut nama.

"Dia hanya sekitar lima bulan aja kerja, Setelah keluar dari kerjaan, saya tidak tau lagi keberadaan mbak. Ya mungkin melalang buana lagi pak," tambahnya.

Lanjutnya, sebelumnya dapat kabar korban sempat menjadi TKW di Malaysia dan Singapura. Dan diketahui almarhum seorang janda yang sudah lama cerai dari suaminya.

"dulunya dia seorang TKW sebelum kerja di tempat bos saya. Korban seorang janda memiliki tiga anak yang tinggalkan di kampung halamannya, " ujarnya kepada Haluan Kepri.(Cw63)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar