Nasional

Survei LSI: Dukungan kepada Prabowo-Sandi Meningkat

JAKARTA (HK)- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan penelitian mengenai pergeseran sentimen agama setelah 6 bulan masa kampanye calon presiden dan wakil presiden.

Hasilnya, dukungan pemilih dari latar belakang ormas islam meningkat pada pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski demikian, menurut LSI, hanya pengikut Nahdlatul Ulama ( NU) yang tidak menunjukkan dukungan atau peningkatan dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

"Dalam kurun waktu 6 bulan, di pemilih muslim, dukungan atas Prabowo-Sandi meningkat di berbagai ormas islam kecuali NU," ujar peneliti LSI Ardian Sopa dalam jumpa pers di Kantor LSI Jakarta, Selasa (5/3).

LSI melakukan pengumpulan data sejak Agustus 2018 hingga Februari 2019. Dukungan pada Prabowo-Sandi bagi pemilih yang berlatar belakang NU tidak menunjukkan peningkatan. Masing-masing angkanya selama 6 bulan terakhir yakni 29,3 persen, 26,3 persen, 25,5 persen, 29,6 persen, 33,9 persen, 33,6 persen dan 28,2 persen. Jumlah itu berbeda dengan pemilih muslim yang mendukung ormas islam lainnya.

Misalnya, Muhammadiyah dengan persentase dukungan 35,3 persen, 37,1 persen, 64,8 persen, 46,5 persen, 41,5 persen, 54,0 persen dan 62,2 persen pada Februari 2019. Baca juga: Ini Hasil Survei LSI soal Pilihan Responden Pemilih Muslim dan Minoritas Kemudian, ormas PA 212 yang memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi dengan persentase 61,1 persen, 80,0 persen, 62,5 persen, 66,7 persen, 100,0 persen, 57,1 persen, dan 85,7 persen.

Adapun, responden yang beratar belakang NU meningkat dukungannya kepada pasangan capres dan cawapres nomot urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Masing-masing persentase dukungan hingga Februari 2019 yakni, 62,1 persen, 55,3 persen, 61,9 persen, 55,5 persen, 52,4 persen, 55,6 persen, dan 64,1 persen.

 Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.200 responden. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner.

Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,9 persen. Peneliti menggunakan biaya sendiri dalam penelitian. Adapun, sumber dana tersebut berasal dari keuntungan jasa konsultan politik yang dilakukan di tingkat pemilihan daerah. (kcm)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar