Tajuk

Tindak Tegas yang Ilegal

PT San Hai, perusahaan pengelola sampah plastik asal Cina yang berada di kawasan Batuaji, disegel oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Perusahaan yang beroperasi sejak awal 2019 itu disinyalir belum memiliki dokumen dan izin lingkungan. Penyegelan itu mengacu pada UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 109. (haluankepri, jumat, 8/3/2019).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan DLH Kota Batam, perusahaan ini merupakan satu dari puluhan perusahaan pengolahan sampah plastik. Sebagian beroperasi tanpa mengantongi izin.

Secara aturan, PT San Hai jelas tidak benar. Mereka melakukan operasi di Batam tanpa ada izin. Selain itu, dalam operasionalnya, limbah yang ditimbulkan oleh perusahaan ini dinilai dapat merusak lingkungan. Dan mereka juga mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) tanpa ada izin.

Selain itu, DHL Kota Batam juga mengatakan, ada sejumlah perusahaan yang sama yang melakukan operasional secara kucing-kucingan. Ini ada apa? berarti ada yang salah pada mereka. Sangat wajar jika PT San Hai tersebut disegel dan dihentikan operasionalnya. Sebab, banyak hal yang telah mereka langgar. Penghentian operasional ini diharapkan tidak hanya diberlakukan pada PT San Hai. Perusahaan sejenis yang tidak punya izin hendaknya juga dihentikan operasionalnya. Dan kebijakan yang dikeluarkan oleh DLH Kota Batam dinilai sudah tepat.

Batam memang sebagai kawasan industri dan investasi. Daerah ini diperuntukan sebagai tempat penanaman modal. Namun, investasi yang masuk tentulah investasi yang memiliki izin dan mengikuti prosedur yang ada. Apa yang dilakukan oleh PT San Hai, jelas tidak mengikuti prosedur yang ada. Yang lebih menyalahi lagi adalah limbah perusahaan mereka juga dinilai menimbulkan kerusahaan pada lingkungan.

Karena itu, ketegasan perlu diberikan pada perusahaan sepert ini. Dengan adanya ketegasan itu, yang lain juga akan berpikir untuk melanggar aturan yang ada. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar